HARI KEMERDEKAAN: Ketum PPP Apresiasi Perayaan HUT yang Meriah

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengapresiasi perayaan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Istana.
Lingga Sukatma Wiangga | 17 Agustus 2017 17:36 WIB
Muhammad Romahurmuziy - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengapresiasi perayaan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Istana.

Menurutnya, hal ini melambangkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menggambarkan Indonesia sesungguhnya.

Perayaan kemerdekaan ke-72 di Istana kali ini, menurutnya sangat hangat dan meriah. Bahkan politisi Senayan itu menyebut, perayaan kali ini lain daripada yang lain.

“Suasananya sudah ceria sejak peserta hadir dengan busana aneka adat Nusantara, khidmat saat peringatan detik-detik proklamasi, namun mendadak sangat meriah dengan gelaran tari kolosal di ujungnya,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (17/8/2017).

Dia menuturkan hal lain yang menarik adalah adanya kejutan kostum adat terbaik dengan hadiah sepeda dari Presiden.” Bahkan langsung dinaiki. Tak pernah terjadi keceriaan begitu informal luar biasa dengan senyum, kekagetan, dan kegirangan luar biasa di antara hadirin,” jelasnya.

Dia mengatakan, baru kali ini menghadiri peringatan HUT RI dengan busana adat. Romahurmuziy menggunakan pakaian adat dari daerah Mandailing. Hal itu karena beberapa waktu lalu dirinya dianugerahi gelaran marga Lubis di Mandailing Natal yaitu Mangaraja Mutia Hadamean Lubis.

Bahkan, dia mengakum dengan kostum bertutup kepala yang sangat mencolok dirinya menjadi sasaran selfie.

Dia pun menilai, dalam Istana Merdeka pascaupacara suasana lebih hangat. Semua mantan presiden dan wakil presiden hadir dan saling menyelamati.

“Pak SBY juga untuk pertama kalinya hadir setelah menjabat. Saya bayangkan, andai ini suasana kenegaraan kita setiap saat, pasti kesejukan dan saling menyokong kemajuan saja yang ada, bukan saling menyindir atau mencaci,” imbuhnya.

Dia menambahkan,  perayaan ini sebagai kejutan dan kemeriahan menyambut ulang tahun kolektif bangsa Indonesia dengan menghadirkan Indonesia yang sesungguhnya.

“Semoga, suasana guyub terus tercipta. Karena Indonesia rindu kerukunan seluruh pemimpin-pemimpinnya, pada tempo yang cukup lama, bukan hanya sekesempatan saja, bukan juga hanya di media,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ppp

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top