Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SETYA NOVANTO TERSANGKA : Mendagri Ikut Prihatin

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku prihatin atas dugaan kasus korupsi yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Meski menyayangkan keterlibatan Novanto dalam proyek pengadaan KTP elektronik, dia meminta tetap dikedepankan asas praduga tak bersalah.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 18 Juli 2017  |  19:23 WIB
Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku prihatin atas dugaan kasus korupsi yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto.  Meski menyayangkan keterlibatan Novanto dalam proyek pengadaan KTP elektronik, dia meminta tetap dikedepankan asas praduga tak bersalah.

"Sebagai teman saya ikut prihatin," kata Tjahjo, dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, Selasa (18/7/2017).

SIMAK : Ketika Setya Novanto Berkata : "Allah Maha Tahu.."

Mendagri juga berharap Partai Golongan Karya (Golkar) tetap menjaga soliditas pascapenetapan tersangka ketua umumnya. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah menginginkan adanya kisruh di internal partai politik (parpol) Indonesia.

"Mudah-mudahan tidak mengganggu partai yang beliau pimpin, pemerintah menginginkan semua partai politik itu solid. Soal masalah internal saya serahkan pada internal partainya saja," ujar Tjahjo.

Pada Senin (17/7/2017) malam, Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus korupsi pengadaan KTP el. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut peran Novanto adalah mengatur pihak yang akan memenangkan proyek tersebut.

"Mudah-mudahan Pak Novanto bisa mengikuti proses hukum ini dengan tetap memenuhi asas praduga tak bersalah. Tapi ini tidak akan mengganggu pembahasan RUU Pemilu saya yakin, sebab DPR itu kolektif pimpinannya," kata Tjahjo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tersangka mendagri ketua dpr tjahjo kumolo setya novanto ktp el
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top