Ekspor Baja: Jepang Dan China Waspadai Kebijakan AS

China dan Jepang mengaku akan mewaspadai kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang akan melakukan penyelidikan dan tindakan kepada negara-negara eksportir baja murah ke Amerika Serikat.
Yustinus Andri DP | 24 April 2017 14:50 WIB
Pabrik baja di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China - Reuters/William Hong

Bisnis.com, JAKARTA— China dan Jepang mengaku akan mewaspadai kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang akan melakukan penyelidikan dan tindakan kepada negara-negara eksportir baja murah ke Amerika Serikat.

Salah satu harian nasional di China yang terafiliasi dengan pemerintah setempat, China Daily, menulis sebuah kolom editorial yang berisi tanggapan pada kebijakan Trump.

Mereka mengatakan, pemerintah China akan terus mengawasi kebijakan Trump dan tak segan melakukan langkah pembalasan ke AS.

“Dengan melakukan penyelidikan yang tidak berdasar mengenai baja kepada sejumlah negara termasuk China, AS tampaknya beralih ke unilateralisme untuk memecahkan masalah bilateral dan multilateral," tulis China Daily, Senin (24/4/2017).

Koran tersebut juga menegaskan bahwa langkah Washington itu dapat memicu perselisihan antara AS dengan mitra dagang utamanya. Untuk itu media massa tersebut meminta AS menggunakan mekanisme penyelesaian masalah di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Jika AS bersikeras memberlakukan kebijakan tersebut, maka China tak segan untuk melakukan pembalasan. Salah satu bentuk pembalasan tersebut adalah dengan melakukan pembatasan operasi pada perusahaan teknologi dan keuangan asal AS di China.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan, otoritasnya tidak akan gegabah dalam menghadapi ancaman AS tersebut. Menurutnya, Beijing akan lebih dulu menelaah langkah-langkah yang akan diambil Washington dan dampaknya pada industri baja nasional.

Seperti diketahui, pada Kamis (20/4/2017) Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan menyelidiki praktek penjualan baja murah kepada AS. Pihaknya akan menerapkan aturan antidumping bagi produk baja dari luar negeri yang dianggap harganya terlalu murah. China dalam hal ini menjadi salah satu negara yang paling disorot dalam praktik yang dinilai curang oleh Presiden AS tersebut.

Sementara itu di sisi lain, Ketua Federasi Besi dan Baja Jepang (JISF) Kosei Shindo mengatakan, kebijakan Trump tersebut akan memberikan dampak negatif bagi industri baja Jepang. Dia khawatir, proses pelaksanaan kebijakan proteksionisme Trump akan dimulai dari sektor industri baja.

“Kami akan sangat berhati-hati dalam mengamati kebijakan AS ini. Meskipun kami sadar kebijakan tersebut akan berdampak buruk bagi kami, jika resmi diberlakukan,’’ katanya.

Seperti diketahui, Jepang merupakan eksprotir utama baja ke Paman Sam selain China. Banyaknya produk otomotif Jepang di AS, menjadi penyebab tingginya permintaan baja dari Negeri Sakura.

Sumber : China Daily

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top