KTT New Silk Road, Sepi Peminat Dari Negeri Barat?

Sejumlah pemimpin tertinggi negara Barat memilih mengirimkan wakilnya daripada menghadiri sendiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) New Silk Road pada bulan depan.
Yustinus Andri DP | 18 April 2017 17:30 WIB
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah pemimpin tertinggi negara Barat memilih mengirimkan wakilnya daripada menghadiri sendiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) New Silk Road pada bulan depan.

Hal itu tampak dari daftar hadir KTT New Silk Road yang dipaparkan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Satu-satunya negeri Barat yang mengirimkan pemimpin tertingginya untuk hadir dalam acara tersebut adalah Italia. Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni menaytakan kesediaannya untuk hadir.

Padahal sebelumnya, China mengagendakan pertemuan itu akan dihadiri oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande.

Namun, Inggris dalam pertemuan itu memilih untuk mengirimkan Menteri Keuangan Phillip Hammond. Sementara itu, Jerman dan Prancis yang disaat bersamaan sedang melakukan pemilu, akan mengirimkan pejabat terasnya.

Menanggapi hal itu, Wang Yi menolak jika China merasa dilecehkan oleh negeri Barat terkait kehadiran dalam KTT yang akan dipimpin oleh Presiden China Xi Jinping itu. Dia menegaskan, sejumlah pemimpin negara mitra lain telah menyatakan kesiapannya untuk hadir, yakni Rusia dan Filipina.

“Kami menyambut baik sikap kooperatif negara undangan, terutama Barat. Kami tidak ingin mempolitisirnya. Kami percaya ini merupakan forum kerja sama ekonomi internasional di mana setiap orang memperhatikan, mendukung dan berharap untuk berpartisipasi,” kata Wang Yi, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/4/2017).

Dia menambahkan, bahwa perwakilan dari 110 negara telah menyatakan diri akan datang dalam pertemuan tersebut, termasuk Indonesia.

Sikap China tersebut tentunya bertolak belakang dengan peristiwa pada 2015, di mana mayoritas pemimpin negara Barat menolak hadir dalam parade militer besar di Beijing yang menandai 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

Kala itu, China marah karena salah satu pemimpin negara undangan yakni Vladimir Putin menolak datang. Putin mengaku khawatir acara tersebut akan menjadi ajang China untuk kekuatan kepada Barat.

Adapun KTT New Silk Road akan membahas sekaligus mengumumkan mega proyek China yang disebut One Belt, One Road (OBOR). Proyek tersebut rencananya akan membangkitkan kembali Jalur Sutra klasik yang menghubungkan perekonomian Asia, Afrika dan Eropa.

Mega proyek itu akan menghimpun investasi miliaran dolar AS untuk disalurkan dalam proyek-proyek infrastruktur termasuk kereta api, pelabuhan dan jaringan listrik.

China sendiri telah menyalurkan dana hingga U$40 miliar ke dalam Silk Road Fund. Negeri Panda juga telah mengeluarkan dana US$50 miliar melalui Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB), yang nantinya akan diinvestasikan pada sejumlah proyek OBOR tersebut.

Sumber : Bloomberg

Tag : ktt, ekonomi china
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top