Setnov Copot Ketua Fraksi Golkar DPR

Pencopotan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Kahar Muzakir semata-mata bertujuan untuk penyegaran di internal partai.
John Andhi Oktaveri | 18 April 2017 13:47 WIB
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Kahar Muzakir dikawal polisi saat meninggalkan ruang sidang kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Penyegaran terjadi tubuh Partai Golkar. Ketua Fraksi Golkar di DPR Kahar Muzakir dicopot dari jabatannya.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan bahwa pencopotan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Kahar Muzakir semata-mata bertujuan untuk penyegaran di internal partai.

Selama ini Kahar dikenal sebagai sosok loyalis dan pembela Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, terutama ketika kasus 'Papa Minta Saham' mencuat. Saat itu Kahar menjadi Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang ikut membela Novanto dalam kasus dugaan suap atas kepemilikan saham PT Freeport Indonesia.

"Dalam rangka menjaga efektivitas kinerja semuanya, sama kayak ketika jadi Sekjen saya mundur dari DPR tahun 2011 awal,  untuk efektifitas. Lalu ada pertimbangan DPR dan DPP kepetingannya sama yaitu dorong kinerja," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Selasa (18/4/2017).

Idrus menegaskan meski belum jelas siapa pengganti Kahar, pergantian itu bertujuan untuk menghadapi isu politik ke depan. Untuk itu, sambungnya, Fraksi Golkar dan DPP perlu didorong untuk membangun kinerja yang lebih baik.

"DPP Golkar lakukan penyegaran untuk ditingkatkan kinerja baik di fraksi maupun DPP Golkar guna menghadapi hadapi momentum politik ke depan yang membutuhkan kinerja intensif dan efektif. Pilkada 2018 dan pemilu 2019 udah di depan mata, enggak terasa," ujarnya.

Ketika ditanya siapa yang bakal menggantikan politisi asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan itu, Idrus terlihat enggan memberi jawaban.

"Nanti kami sampaikan. Sedang diproses dalam jangka waktu singkat sudah ada," kata Idrus. Idrus pun tidak berkomentar ketika disebut dua nama, yakni Roem Kono dan Robert J Kardinal, sebagai calon pengganti Kahar Muzakir. Kedua nama tersebut terlihat sering mengikuti kunjungan Novanto ke daerah-daerah.

"Itu nanti Ketum [Setya Novanto] yang menentukan. DPP Golkar membutuhkan pak Kahar dan posisi dia ketua koordinator bidang kepartaian dan itu kunci mesin politik Golkar berjalan atau tidak," ujarnya.

Idrus pun menepis anggapan bahwa pencopotan itu dilakuklan karena Kahar dinilai gagal dalam memimpin Golkar di DPR.

Dinamika di tubuh Partai Golkar mulai terasa memanas sejak pergantian Ketua DPR Setya Novanto kepada Ade Komaruddin dan kembali dijabat Novanto setelah dia terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.

 

Tag : partai golkar
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top