Kongres AMAN Bahas Generasi Penerus Masyarakat Adat

Sembilan tema terkait masyarakat adat akan dibahas dalam perhelatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara V hari kedua, Kamis (16/3/2017)
Linda Teti Silitonga | 16 Maret 2017 07:26 WIB
Kongres Masyarakat Adat Nusantara V 15-19 Maret 2017. - .Bisnis/Linda T. Silitonga

Kabar24.com, MEDAN- Sembilan tema terkait masyarakat adat akan dibahas dalam perhelatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara V hari kedua, Kamis (16/3/2017).

Kongres tersebut digelar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bertempat di Kampong Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera utara tersebut

Sembilan tema sarasehan tersebut adalah:

Pertama, tema Masyarakat Adat Memastikan Perubahan Negara yang Adil dan Berdaulat.

Pembicara Arif Wibowo (Anggota DPR RI), Philipus Kami (Anggota DPRD Kab. Ende), Kholilullah (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi/PERLUDEM), Arbain Albanjary (Indonesian Parliamentary Center/IPC)

Kedua, tema Perubahan Negara. Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Ketiga, Menggugat Posisi Perempuan Adat dalam Negara dan Masyarakat Adat.

Pembicara Abdon Nababan (Sekjen AMAN), Wilhemina Seni (Perempuan Adat Tana Bu Wolo One, NTT), Yurni Sadariah (Perempuan Rangan, Kalimantan Timur), Arimbi Heroepoetri, Yuni Chuzaifah (KOMNAS Perempuan), Den Upa Rombelayuk (Perempuan Pelopor).

Keempat, Disabilitas di tengah-tengah Masyarakat Adat

Pembicara Sandra Moniaga (Komnas HAM), Tody Sasmita (akademisi UGM), Yeni Rosa Damayanti (Perkumpulan Jiwa Sehat), Maulani R (HWDI), Nurul Saadah (SAPDA).

Kelima, Mitigasi dan Adaptasi Bencana(Perubahan Iklim)

Pembicara Sarwono Kusumaatmadja (Dewan Pengarah Perubahan Iklim), Nur Masripatin (KLHK), Medrilzam (Kementerian PPN/BAPPENAS Society of Indonesian Environmental Journalists/SIEJ), Nur Hidayati (Direktur Eksekutif WALHI), Zulfikar Mardiyadi (Tim Kerja Pembangunan Rendah Emisi Papua Barat).

Keenam, Mewujudkan Kedaulatan Wilayah Adat

Pembicara Deny Rahardian (Direktur JKPP), Kasmita Widodo (Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat/BRWA), Muh. Irwan Lapata (Bupati Kab. Sigi), Y. Prasetyo Nugroho (Kasubdit Hutan Adat/KLHK), Dahniar Adriani (Direktur Eksekutif HuMA), Junaedi Ibnu Jarta (Ketua DPRD Kab. Lebak), Zadrak Wamebu (PLPPMA Jayapura).

Ketujuh, tema Tindakan Nyata Masyarakat Adat Mewujudkan Pembangunan yang Mandiri dan Bermartabat

Pembiacara Monang Naipospos (Masyarakat Adat), Veryanto Sitohang (Aliansi Sumut Bersatu), Dewi Kanti Setianingsih (Masyarakat Adat), Thompson HS (Budayawan), Remigo Yolando Berutu (Bupati Pakpak Barat), Sri Hartini (Direktur Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi), Fikarwin Zuska (Departemen Antropologi FISIP USU).

Kedelapan, tema Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Adat.

Pembicara Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi dan UKM), Ismintarti Etty (Kemendes), Yuniken Mayang Sari (KPAM), John Bamba (GCU FPK), Novalia Dea Larasati (Manager CU Randu).

Kesembilan, tema Kepemimpinan Generasi Penerus Masyarakat Adat.

Pembicara Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), Aleta Ba'un (Pemimpin Masyarakat Adat Mollo - Nusa Tenggara Timur), Eliza Kissya (Pemimpin Masyarakat Adat Haruku, Maluku), Alfi Syahrin (Sekretaris Jenderal Barisan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia/BPRPI.

Tag : masyarakat adat
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top