Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dialog Mentan dan PPL, Memberi Lebih Mulai dari Minta

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah mengikuti ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun yang belum mengikuti ujian tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Maret 2017  |  04:30 WIB
Dialog Mentan dan PPL, Memberi Lebih Mulai dari Minta
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) secara simbolis menyerahkan klaim asuransi Jasindo kepada petani dalam rangkaian Panen Raya dan Serap Gabah Petani di Desa Sugihwaras, Janu, Tuban, Jatim, Selasa (7/3/2017). - JIBI/Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, CILACAP -  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah mengikuti ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun yang belum mengikuti ujian tersebut.

"Angkat tangan, ada PPL? Sudah tes atau belum? Ada yang sudah," katanya dalam acara "Tanam, Panen, dan Serap Gabah" di Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017).

Bagi PPL yang sudah mengikuti ujian, Mentan meminta mereka untuk berdoa sembari menunggu hasil yang akan segera diumumkan karena pihaknya telah menghubungi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dia meminta para PPL yang telah mengikuti ujian CPNS untuk bersabar dalam menunggu pengumuman.

"Sabar dulu, tes saja tidak bisa 12 tahun, sekarang sudah tes minta diangkat. Begitu 7.600 (orang) kami mau terima, langsung dia minta, Pak bisa enggak lulus semua," ujarnya.

Menteri Amran mengaku pernah menjadi PPL selama satu tahun tujuh bulan dan selama itu pula tidak pernah berpikir untuk meminta agar diangkat menjadi PNS.

Menurut dia, orang yang meminta biasanya tidak lebih mulia dari orang yang memberi.

Oleh karena itu, dia meminta PPL yang berusia 35 tahun ke atas namun belum mengikuti ujian CPNS untuk bersabar dan memohon kepada Allah agar diberi kesempatan.

Dalam kesempatan itu, Mentan meminta salah seorang PPL yang telah mengikuti ujian CPNS dan salah seorang PPL yang berusia di atas 35 tahun namun belum mengikuti ujian naik ke atas panggung untuk berdialog.

Saat ditanya oleh Menteri Amran, salah seorang PPL yang telah mengikuti ujian, Yugo mengaku menjadi PPL sejak tahun 2007 dan mendapat gaji sebesar Rp2 juta per bulan.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Amran mengatakan jika dia menjadi PPL pada tahun 2000 dengan gaji sebesar Rp150 ribu namun tidak pernah berpikiran ingin diangkat menjadi PNS.

Dia meminta Yugo untuk melupakan ujian CPNS tersebut karena akan menghabiskan energi dan membuang waktu.

Ketika ditanya oleh Menteri apakah dia memiliki sawah, Yugo mengaku menggarap sawah milik orang tuanya.

Terkait jawaban tersebut, Mentan mengajarkan cara agar sawah yang digarap Yugo bisa menghasilkan uang miliaran rupiah sehingga akan lebih besar dibanding gaji seorang PNS.

Dalam hal ini, dia menyarankan Yugo untuk menanami sawahnya dengan padi organik karena harga jualnya sangat tinggi, yakni mencapai 6 dolar Amerika Serikat per liter.

Selain itu, Yugo disarankan untuk beternak bebek serta membudidayakan lele dan belut di sawahnya sehingga ketika seluruhnya dipanen, hasilnya bisa mencapai miliaran rupiah.

"Harga beras organik sebesar 6 dolar per liter itu jika sudah bersertikat," kata Mentan.

Selain memberi motivasi, dia juga meminta PPL untuk ikut membantu dalam gerakan masif penyerapan gabah dari petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyuluh andi amran sulaiman

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top