Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hujan Deras, Bima Kembali Tergenang

Banjir kembali melanda wilayah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah turun hujan dengan intensitas cukup deras.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 03 Januari 2017  |  13:24 WIB
Hujan Deras, Bima Kembali Tergenang
Petugas dinas PU bersama warga bergotong-royong membersihkan sampah yang menumpuk di kolong jembatan Raba Salo, Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (26/12). - Antara
Bagikan

Kabar24.com, MATARAM - Banjir kembali melanda wilayah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah turun hujan dengan intensitas cukup deras.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda Kecamatan Sape dan Wawo Kabupaten Bima, Senin (2/1/2017) tidak sebesar banjir pada 21/12/2016 lalu.

"Kondisi sungai yang sudah tersedimentasi sehingga dangkal, daerah aliran sungai yang kritis, kondisi tanah sudah jenuh air dan kurangnya kawasan resapan air menyebabkan rentan terhadap banjir," ujar Sutopo seperti dikutip Bisnis.com dari keterangan resmi yang diterima di Mataram, Selasa (3/1/2017).

Banjir merendam beberapa wilayah seperti Desa Nae dan Desa Sangiang di Kecamatan Sape.

Pada titik ini air naik sampai ke permukaan sungai, namun tidak masuk ke permukiman warga. Selain itu, Desa Parangina Kecamatan Sape, air meluap hingga ke sawah. Hingga saat ini, luas sawah yang tergenang masih dalam pendataan.

Di desa Gusu, Bugis, Kecamatan Sape air juga meluap hingga ke permukiman warga setinggi lutut, namun air sudah mulai surut menjelang malam.

BPBD Bima bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan elawan telah melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik disiapkan untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Pendataan masih dilakukan.

Sementara itu, banjir juga melanda 52 desa di 8 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh pada Senin (2/1/2017) pukul 14.00 WIB. Ribuan rumah terendam banjir setinggi 30 - 100 centimeter.

Daerah yang terlanda banjir adalah:
Kec. Indra Makmur (8 desa)
Kec. Banda Alam (1 desa)
Kec. Idi Timur ( 6 desa)
Kec. Ranto Peureulak ( 7 desa)
Kec. Julok ( 19 desa)
Kec. Peudawa (1 desa)
Kec. Idi Tunong (3 desa)
Kec. Nurussalam ( 7 desa).

Data sementara dilaporkan terdapat 2 unit rumah hanyut, 13 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang dan 1 unit jembatan rusak berat.

BPBD Kab. Aceh Timur masih melakukan pendataan. Banjir mulai surut. Pengungsi yang bertempat di tempat saudara terdekat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Di tempat lain, banjir di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat juga sudah mulai surut. Banjir terjadi pada Minggu (1/1/2017) siang hari. Empat desa yaitu Desa Ambit, Ciuyah, Mekarsari dan Gangsri di Kecamatan Walet Kabupaten Cirebon terendam banjir. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Ciberes sehingga terjadi banjir hingga 2 meter.

Sebanyak 765 KK atau 2.870 jiwa terdampak langsung dari banjir. 200 jiwa mengungsi. Banjir mulai surut sejak Selasa pagi. Hanya menyisakan lumpur dan sampah. Masyarakat kembali ke rumahnya untuk membersihkan lingkungannya.

Diprediksi curah hujan akan tinggi selama Januari hingga Maret 2017.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bima Banjir Bandang
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top