Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perempuan Korban Banjir Bandang Garut Mendapat Pelatihan Keterampilan

Para perempuan pengungsi korban banjir bandang Sungai Cimanuk, Garut, mendapat pelatihan keterampilan selama dua hari.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 11 Desember 2016  |  18:34 WIB
Banjir bandang saat melanda Garut, Jawa Barat - Antara/Adeng Bustomi
Banjir bandang saat melanda Garut, Jawa Barat - Antara/Adeng Bustomi

Kabar24.com, GARUT - Para perempuan pengungsi korban banjir bandang Sungai Cimanuk, Garut, mendapat pelatihan keterampilan selama dua hari.

Para korban banjir itu mendapat pelatihan jahit menjahit dan tata boga.

Menurut Sunarti selaku Sekretaris Deputi Perlindungan Hak Perempuan (PHP), pemberian pelatihan keterampilan ini juga dalam rangkaian bakti sosial peringatan Hari Ibu ke-88 tahun 2016.

"Sengaja kami pilih tempat di SMKN 3 Garut karena sekolah ini lengkap peralatannya untuk kegiatan pelatihan selama 2 hari. Hari pertama Sabtu kami memberikan pelatihan jahit menjahit dan Minggu kami berikan pelatihan tata boga", ungkap Sunarti dalam keterangan resmi, diterima Minggu (11/12/2016).

Para perempuan yang mengikuti pelatihan ini, sebut Sunarti, sejak kejadian banjir bandang pada 20 September 2016 mengungsi di 7 titik lokasi hunian sementara di wilayah Kabupaten Garut.

Acara yang digelar di SMKN 3 ini diikuti 70 perempuan dan dibuka oleh Umi Risman dari Dharma Wanita Persatuan Pusat.

Kegiatan selama 2 hari ini bertujuan mengajak para perempuan untuk bangkit dan mandiri dari keterpurukan bencana banjir. Para pelatih keterampilan didatangkan oleh Kementerian PP dan PA dari TP PKK Bekasi.

"Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para perempuan korban bencana banjir bisa bangkit terutama bisa punya usaha nantinya. Kami juga berharap adanya perjanjian kerjasama dengan pihak sekolah ke depannya," kata Sunarti.

Perjanjian kerjasama dengan Kementerian PP dan PA juga diharapkan Kepala Sekolah SMKN 3, Uyun Adiyanto.

"Ke depannya kami berharap ada kerjasama dari Kementerian PP dan PA terkait pemberdayaan anak-anak sekolah. Kami memiliki 1200 siswa-siswi dan sebagian besar adalah siswi. Adanya jurusan Teknik Komputer Jaringan, Akutansi, Perhotelan, Tata Boga dan Tata Busana, bisa menjadi bekal siswa siswi kami untuk bisa mandiri dan bekerja sesuai jurusan yang sudah diambil", ujar Uyun.

Kepala Badan KB dan PP Kabupaten Garut, Toni Tisna Soemantri, berharap dengan pelatihan ini perempuan bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Dede Rindayani, 33, salah satu peserta pelatihan mengaku senang bisa mendapatkan pelatihan keterampilan. Ibu empat anak yang rumahnya hanyut saat kejadian bencana banjir ini berencana membuka usaha sendiri. Namun ia butuh modal untuk membuka usaha guna membantu suaminya yang bekerja sebagai tukang becak.

Selain pemberian keterampilan, Kementerian PP dan PA juga menyerahkan bantuan peralatan tata boga dan buku-buku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top