Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Diminta Waspadai Banjir Susulan di Sepanjang DAS Bengawan Solo

Banjir susulan dikhawatirkan terjadi di kawasan hilir Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Desember 2016  |  09:34 WIB
Bengawan Solo
Bengawan Solo

Kabar24.com, BOJONEGORO - Banjir susulan dikhawatirkan terjadi di kawasan hilir Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tetap waspada untuk mengantisipasi banjir susulan yang berpotensi masih terjadi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada mengantisipasi banjir susulan mengingat potensi hujan masih akan terus meningkat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan tertulis, Minggu (4/12/2016).

Saat ini, lanjut dia, BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan koordinasi untuk penanganan darurat bersama unsur lainnya dalam menghadapi banjir luapan Bengawan Solo di daerah hilir Jawa Timur.

"Kami minta orang tua hendaknya selalu mengawasi anak-anaknya untuk tidak bermain di sekitar lokasi banjir agar tidak timbul korban jiwa," tuturnya.

Banjir luapan Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, menimbulkan korban jiwa yaitu Bagus Aji, 17, warga Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang, Tuban.

Ia ditemukan tewas tenggelam di Bengawan Solo di daerah setempat, Sabtu (3/12) pukul 12.00 WIB.

Banjir di Tuban telah merendam 34 desa yang tersebar di Kecamatan Widang, Parengan, Soko, Rengel dan Plumpang. Banjir merendam 5.672 rumah (18.425 jiwa).

Banjir juga merendam jalan kabupaten dan desa sepanjang 67.565 meter, 28 unit sekolah, 8 masjid, 20 mushala, 2.262 hektare sawah, 322 hektare tegalan dan 25 hektare tambak.

Di Bojonegoro banjir luapan Bengawan Solo juga menelan satu korban jiwa warga Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Ahmad Nur Royyan, 11, yang tenggelam ketika bermain di genangan banjir, Minggu (27/11).

Banjir di daerah setempat melanda 86 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, antara lain, Kecamatan Kalitidu, Malo, Dander, Trucuk, Kota, Kapas, Balen, Kanor dan Sumberrejo.

Pantauan di lapangan, para pengungsi korban banjir luapan Bengawan Solo di sejumlah lokasi tercatat 1.101 jiwa, sejak sehari lalu sudah kembali ke rumahnya karena banjir sudah surut.

Dari sebanyak 7.145 rumah di daerah setempat yang terendam banjir, di antaranya sembilan rumah rusak berat, dan dua rumah rusak ringan.

Banjir juga merendam 4.383 hektare sawah, 686 ekor ternak, 24 unit sekolah, 7 masjid, 24 mushala dengan perkiraan kerugian mencapai Rp35 miliar.

"Kami tetap waspada sebab karakter Bengawan Solo selalu fluktuatif selama musim hujan," kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo.

Data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro terus menurun mencapai 13,25 meter (siaga hijau), Minggu pukul 06.00 WIB.

Secara bersamaan, menurut petugas posko UPT Bengawan Solo Jayadi, di daerah hilirnya juga turun, tetapi masih masuk siaga merah. Ketinggian air Bengawan Solo di Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, masing-masing 8,57 meter, 6,13 meter, 4,73 meter dan 2,62 meter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir sungai bengawan solo

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top