Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KAPOLRI: Saat Unjuk Rasa, Sikap Masyarakat Harus Rasional

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan masyarakat harus bersikap rasional dalam melakukan aksi unjuk rasa untuk menjaga ketertiban umum.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 08 November 2016  |  13:55 WIB
KAPOLRI: Saat Unjuk Rasa, Sikap Masyarakat Harus Rasional
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA -  Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan masyarakat harus bersikap rasional dalam melakukan aksi unjuk rasa untuk menjaga ketertiban umum.

"Masyarakat harus bersikap rasional betul-betul berpikir kalau mau melakukan demo tujuannya apa, alasannya apa, harus jelas. Tetapi kalau hanya untuk meramaikan saja kasihan masyarakat yang terganggu jalannya," kata Tito setelah acara Pengarahan Presiden Jokowi Kepada Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Pihaknya tidak mempermasalahkan masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa karena itu hak warga negara sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.

"Kalau unjuk rasa asalkan mereka memberikan pemberitahuan saya kira tidak ada masalah," ujarnya.

Sementara, dalam pengarahan oleh Presiden Jokowi, Tito mengatakan institusi Polri dan seluruh jajarannya menegaskan kesetian kepada negara dan pimpinannya, yaitu Presiden Republik Indonesia.

"Polri mengambil sosok dan figur yang juga menjadi "role model, yaitu Gadjah Mada. Gadjah Mada sangat terkenal dengan pasukan dan tentaranya. Itu pasukan yang setia untuk membela negara dan pimpinannya," tuturnya.

Menurut dia, hal itu menjadi doktrin yang sangat mendasar dalam hati setiap anggota Polri, yaitu setia terhadap negara dan pimpinannya Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat, keagamaan dan mahasiswa berunjuk rasa menolak penistaan agama di sekitar Silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Jumat (4/11).

Awalnya, aksi berjalan damai namun massa mulai anarkis selepas shalat Isya sehingga petugas melepaskan tembakan gas air untuk membubarkan konsentrasi pengunjuk rasa.

Akibat kerusuhan itu sebanyak 350 orang dari aparat gabungan dan massa pengunjuk rasa terluka dan 21 kendaraan hancur dirusak demonstran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri unjuk rasa DEMO 4 NOVEMBER

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top