Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim Pengendali Inflasi Sumut Minta Produktivitas Bawang Merah Dipacu

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatra Utara meminta produktivitas bawang merah terus ditingkatkan. Pasalnya, selama ini bawang merah selalu menjadi salah satu komoditas pemicu laju inflasi provinsi.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 29 September 2016  |  13:30 WIB

Kabar24.com, MEDAN--Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatra Utara meminta produktivitas bawang merah terus ditingkatkan. Pasalnya, selama ini bawang merah selalu menjadi salah satu komoditas pemicu laju inflasi provinsi.
 
Wakil Ketua TPID Sumut Difi A. Johansyah menuturkan, Sumut selalu kekurangan pasokan bawang merah. Adapun, menjelang Lebaran tahun ini, Sumut bekerja sama dengan Jawa Tengah untuk memasok bawang merah.
 
"Untuk bawang, memang berdasarkan analisis kami, Sumut kekurangan stok. Kami sudah minta beberapa kabupaten berkontribusi untuk itu. Kami belum menentukan pasti berapa total daerah yang akan kami minta naikkan produktivitas. Yang sudah pasti itu Deli Serdang dan Batubara," ucap Difi, Kamis (29/9).
 
Sepanjang tahun ini, Dinas Pertanian Sumut mematok target produksi bawang merah 8.044 ton.
 
Selain bawang merah, TPID Sumut juga masih akan fokus pada komoditas cabai merah. Pasalnya, kendati produksi lokal mencukupi, para petani cenderung menjual hasil panennya ke provinsi lain karena harga yang lebih tinggi.
 
"Cabai merah ini Sumut produsen. Tapi memang kebanyakan dikirim ke luar Sumut. Kami terus mencari cara bagaimana memenuhi demand di dalam provinsi."
 
Beberapa langkah yang terus dilakukan oleh TPID Sumut untuk meredam laju inflasi yakni meningkatkan kualitas data, membuat neraca kebutuhan pangan, dan pemetaan daerah produksi cabai merah dan bawang merah.
 
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meminta TPID terus mengawasi distribusi cabai merah dan bawang merah.
 
"TPID harus punya data stok kebutuhan, analisa potensi inflasi, dan melakukan kunjungan ke sentra produksi pertanian, peternakan serta gudang distributor. Masih ada sisa beberapa bulan. Saya harap delapan TPID kabupaten/kota juga bisa menjaga inflasi di daerah masing-masing," pungkasnya.
 
Pada Agustus 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat, inflasi mencapai 0,74%. Tiga kota mengalami inflasi yakni Medan 0,82%, Pematang Siantar 0,66% dan Sibolga 0,61%. Sementara itu, Padang Sidempuan deflasi 0.41%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang merah inflasi sumut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top