Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati Purwakarta Jadi "Polisi Medsos", Pantau Postingan Para Guru

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akan memantau "postingan" di media sosial menyusul dikeluarkannya imbauan agar para guru mengurangi pemuatan foto pribadi dan bersikap "lebay" atau berlebihan di medsos.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 September 2016  |  12:39 WIB
Bupati Purwakarta Jadi "Polisi Medsos", Pantau Postingan Para Guru
Ilustrasi - theguardian.com

Kabar24.com, PURWAKARTA - Para guru di Kabupaten Purwakarta akan mendapat teguran jika salah menggunakan media sosial.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akan memantau "postingan" di media sosial menyusul dikeluarkannya imbauan agar para guru mengurangi pemuatan foto pribadi dan bersikap "lebay" atau berlebihan di medsos.

"Akun media sosial (medsos) para guru di Purwakarta akan saya pantau langsung," katanya, di Purwakarta, Selasa (6/9/2016).

Menurut dia, jika ditemukan masih ada guru di Purwakarta yang melakukan kegiatan "posting" foto pribadi dan cenderung "lebay" di media sosial, akan ditegur secara langsung.

Ia mengaku hanya melakukan teguran, karena larangan "memposting" foto pribadi dan cenderung "lebay" bagi para guru itu hanya bersifat imbauan.

Bupati menyarankan agar para guru menyampaikan hal-hal positif di media sosial, agar publik media sosial ikut terdidik.

Menurut Dedi, para guru semestinya memberikan contoh yang baik dalam menggunakan media sosial. Walaupun bersifat personal, tetapi media sosial harus digunakan untuk menyebarkan gagasan yang bermanfaat dibanding sesuatu yang bersifat pribadi dan "lebay".

"Bagi para guru, kalau mem-"posting" ke media sosial itu harus hal-hal yang bagus. Gagasan, ide, atau filosofi pendidikan. Hari ini kita lebih banyak melihat 'posting' yang 'lebay'. Mau naik pesawat, belanja, makan di restoran, nyanyi-nyanyi. Saya pikir hal seperti itu kurang baik kalau terlihat oleh publik," kata dia.

Khusus untuk para guru yang "saling berteman" dengan anak didiknya, jika melakukan hal-hal yang "lebay" dan terlihat oleh siswa, tentu hal itu contoh yang kurang baik.

Dedi mengatakan, tugas guru sebagai pendidik akan terdegradasi oleh "posting" yang tidak produktif. Para guru harus memilah dan memilih kualitas konten sebelum di-"posting" pada akun sosial media milik mereka.

"Kalau 'posting'-nya tidak bermanfaat nanti ada kesan ini guru tidak bekerja dengan baik dalam mendidik murid di sekolah. Netizen yang berkomentar pun pasti nadanya pedas. Ini memperburuk citra guru," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru purwakarta Medsos

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top