Gempa 6,2 SR Guncang Wilayah Flores Timur

Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 03.39 WITA waktu setempat.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 24 Agustus 2016  |  10:45 WIB
Gempa 6,2 SR Guncang Wilayah Flores Timur
Larantuka di Flores NTT - youtube

Bisnis.com, KUPANG -  Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 03.39 WITA waktu setempat.

"Gempa berkekuatan 6,1 SR itu terjadi di wilayah Flores Timur," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Klas 1 Kupang, Sumawan, kepada Antara ketika dikonfirmasi soal gempa yang terjadi di Sumba Timur tersebut, Rabu (24/8/2016).

Berdasarkan data yang dilaporkan, gempa berkekuatan 6,1 SR yang tak berpotensi tsunami itu berada di lokasi 7,46 Lintang Selatan (LS) dan 122,54 Bujur Timur (BT).

Ia menyatakan dari radar yang dibaca di Stasiun Geofisika Klas 1 Kupang, terdata pusat gempa terjadi di 105 Barat Laut, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, terkait kedalamannya gempa berkekuatan 6,1 SR itu berada di kedalaman 537 kilometer di atas permukaan laut.

Ia mengakui, NTT hampir secara keseluruhan memang akhir-akhir ini sering diguncang oleh gempa. Namun tidak dalam skala yang besar.

Namun, intensitas dan lokasi gempanya dalam sehari bisa terjadi sebanyak tiga kali, sehingga masyarakat selalu diminta untuk mewaspadai hal tersebut.
Sumawan menjelaskan gempa yang terjadi akhir-akhir ini di NTT dikarenakan provinsi yang dikenal dengan provinsi berbasis kepulauan tersebut masuk dalam sistem tektonik Indonesia.

"Jadi jangan salah kalau gempa di NTT sering terjadi, baik Pulau Timor, Pulau Alor, Sumba, Flores dan pulau lainnya di NTT," tambahnya.

Masyarakat juga dimintai untuk selalu mewaspadai gempa-gempa kecil yang terus-menerus terjadi di NTT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
flores, palue-flores ntt

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top