China Kaji Kemungkinan Perdagangan Bebas dengan Inggris

Kementerian Perdagangan China menyebutkan pihaknya memiliki sikap terbuka terkait kesepakatan perdagangan bebas dengan Inggris dan bersedia untuk mempelajarinya.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 02 Agustus 2016  |  19:33 WIB
China Kaji Kemungkinan Perdagangan Bebas dengan Inggris
Perkembangan pertumbuhan ekonomi China 2010-2016. - Bisnis

Kabar24.com,JAKARTA - Kementerian Perdagangan China menyebutkan pihaknya memiliki sikap terbuka terkait kesepakatan perdagangan bebas dengan Inggris dan bersedia untuk mempelajarinya.

Pemungutan suara pada Juni lalu yang memutuskan bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa telah memaksa negara tersebut, yang sebelumnya telah melakukan negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa selama berpuluh-puluh tahun, untuk berpikir ulang mengenai  hubungannya dengan negara-negara lain di dunia. Namun, membuat kesepakatan baru mungkin akan sulit seiring dengan perubahan hubungan dengan Uni Eropa.

Para pejabat Inggris telah mengeluarkan sejumlah ide kesepakatan perdagangan bebas termasuk dengan China, India, Kanada, dan Amerika Serikat jika nantinya Inggris sudah keluar dari Uni Eropa secara resmi.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China Shen Danyang bertanya dalam sebuah konferensi pers terkait posisi China dalam hubungan perdagangan bebas dengan China, yang memberi sinyal positif.

 “China berkeinginan secara proaktif mengembangkan perdagangan dan kerja sama bisnis, memiliki sikap terbuka untuk diskusi dan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan Inggris dan juga berkeinginan untuk mempelajari hal ini dengan Inggris,” kata Shen tanpa menjelaskan lebih jauh seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2016).

Kedua negara ingin membicarakan masa keemasan hubungan keduanya, tetapi hubungan itu diuji oleh keputusam Perdana Menteri Theresa May minggu lalu untuk meninjau ulang rencana terkait pembangkit listrik tenaga nuklir. China seharusnya menjadi salah satu investor dalam proyek ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, inggris, inggris, Brexit

Sumber : Reuters

Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup