Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bupati Purwakarta: Pelajar Gunakan Motor ke Sekolah Akan Disanksi Tak Naik Kelas

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan pelajar yang sekolah dengan menggunakan sepeda motor tanpa alasan jelas akan disanksi tidak naik kelas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Agustus 2016  |  10:44 WIB
Bupati Purwakarta: Pelajar Gunakan Motor ke Sekolah Akan Disanksi Tak Naik Kelas
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi - Twitter
Bagikan

Kabar24.com, PURWAKARTA - Para pelajar di Purwakarta terancam tak naik kelas gara-gara ke sekolah menggunakan sepeda motor.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan pelajar yang sekolah dengan menggunakan sepeda motor tanpa alasan jelas akan disanksi tidak naik kelas.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran mengenai hal tersebut," katanya, di Purwakarta, Senin (1/8/2016).

Surat edaran itu dikeluarkan untuk kembali menegaskan terkait kebijakan Pemkab Purwakarta yang telah dikeluarkan tentang larangan anak di bawah umur mengendarai kendaraan sepeda motor.

Hal itu juga bagian respons atas kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Fitra Gema Ramadhan, pelajar salah satu SMKN Purwakarta di ruas jalan Purwakarta-Bandung, Sukatani Purwakarta.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (29/7), seorang pelajar kelas 1 Sekolah Dasar bernama Vivilia Apidah meninggal dunia setelah tertabrak sepeda motor Yamaha R15 yang dikendarai Fitra.

Dedi mengatakan, dalam surat edaran yang baru hari ini dikeluarkan, anak atau pelajar yang menggunakan motor harus ditegur. Kemudian ditanya masalahnya apa, jarak atau apa sampai pelajar itu menggunakan motor.

"Kalau pelajar itu menggunakan motor atas keinginan personal, sekadar gengsi, itu tidak berhak dan harus disanksi tidak naik kelas," kata Dedi.

Ia menilai pelajar atau anak dibawah umur yang menggunakan sepeda motor itu cukup banyak dampaknya. Di antaranya percepatan mobilisasi komunikasi, memudahkan mobilisasi massa, dan lain-lain.

Selain itu, tentunya akan memacetkan arus lalu lintas dan juga bisa memicu perbuatan negatif di kalangan pelajar.

Bupati juga berharap agar ada penegakan hukum. Artinya, razia-razia kendaraan yang digelar aparat penegak hukum tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tapi juga bisa dioptimalkan di wilayah perdesaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan sekolah purwakarta

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top