Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Jawaban Rusia Atas Undangan Spionase dari Trump

Rusia meminta Amerika Serikat pada Kamis (28/7/2016) untuk mencari kebenaran terkait skandal peretasan yang melibatkan sejumlah email dari Partai Demokrat dan menolak permintaan Trump dalam komentar sarkasmenya agar Rusia menggali lebih dalam email Hillary Clinton yang dinyatakan hilang.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 29 Juli 2016  |  09:51 WIB
Ini Jawaban Rusia Atas Undangan Spionase dari Trump
Donald Trump - Reuters
Bagikan

Kabar24.com,JAKARTA— Rusia meminta Amerika Serikat pada Kamis (28/7/2016) untuk mencari kebenaran terkait skandal peretasan yang melibatkan sejumlah email dari Partai Demokrat dan menolak permintaan Trump dalam komentar sarkasmenya agar Rusia menggali lebih dalam email Hillary Clinton yang dinyatakan hilang.

Trump sebelumnya meminta Rusia untuk menggali puluhan ribu email dari Clinton sewaktu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Dia menyebutkan hal ini setelah Presiden Barack Obama menyatakan kemungkinan Rusia akan mencoba mempengaruhi pemilihan umum Amerika pada 8 November nanti setelah sejumlah email dari Komite Nasional Demokrat (DNC) bocor ke publik dan para ahli menuding peretas Rusia berada di balik hal ini.

Dugaan keterlibatan Rusia membuat gusar negara tersebut yang menolak tuduhan ini dan menuduh balik politikus Amerika mencoba menerapkan gaya Perang Dingin membuat warga Amerika merasa takut dengan cara mengarang cerita guna menyukseskan pemilihan.

Presiden Vladimir Putin sendiri disebut mencoba untuk memberi kesan bahwa dia tidak memihak kepada satupun calon presiden Amerika berikutnya kendati sempat menyebut bahwa Trump sangat bertalenta. Sementara itu, televisi pemerintah Rusia cenderung memihak pada Trump dibanding Clinton.

Sementara itu, juru bicara Pemerintahan Rusia Dmitry Peskov mengatakan tuduhan ikut campurnya Rusia dalam peretasan email merupakan kebodohan total dan dimotivasi oleh sentimen anti Rusia. Dia menolak perkataan sarkasme Trump agar Rusia menggali email Clinton.

 “Mengenai email ini, ini bukan urusan kami. Kami tidak pernah mengusik urusan negara lain dan sangat tidak menyukai ketika orang mencoba mengusik urusan kami. Amerika perlu mencari sendiri kebenaran terkait email ini” katanya.

Sementara itu, Trump yang berulang kali menginginkan hubungan lebih baik dengan Rusia jika dia memenangkan pemilu juga mengatakan dia akan mempertimbangkan klaim atas Crimea sebagai bagian dari Rusia.

Namun, Peskov mengatakan negaranya tidak akan berubah pendapat hanya karena komentar tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top