MUDIK LEBARAN: Volume Penumpang Kereta Api di Semarang Diprediksi Naik 2,4%

Jumlah volume penumpang kereta api selama Lebaran nanti diperkirakan akan mengalami kenaikan tipis sekitar 2,4%.
Fatia Qanitat | 02 Juni 2016 15:08 WIB
Pemudik Kereta Api. - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Jumlah volume penumpang kereta api selama Lebaran nanti diperkirakan akan mengalami kenaikan tipis sekitar 2,4% di Semarang.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Gatut Sutiyatmoko memperkirakan pada tahun ini jumlah penumpang yang memanfaatkan kereta api sebagai alat transportasi mencapai 380.147 penumpang.

"Jumlah tersebut mengalami kenaikan 2,4% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 371.091 penumpang," tuturnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (2/6/2016).

Dia mengatakan peningkatan tipis tersebut dipengaruhi oleh kenaikan jumlah kereta yang dioperasikan untuk angkutan Lebaran.

"Kenaikannya memang tidak terlalu tinggi, karena kapasitas angkutan juga terbatas. Aturan saat ini adalah jumlah penumpang sesuai jumlah kursi, 100% duduk," tuturnya.

Selain itu, jumlah tambahan kereta api Lebaran pada tahun ini juga lebih banyak dibanding tahun lalu. Terdapat tujuh kereta api tambahan lebaran pada tahun ini, sedangkan pada 2015 sebanyak lima kereta api.

Tujuh kereta api tambahan tersebut adalah KA Sembrani Lebaran tujuan Gambir-Pasar Turi (PP), KA Tawang Jaya Lebaran tujuan Pasar Senen-Semarang Poncol (PP), KA Matarmaja Lebaran tujuan Pasar Senen-Malang (PP).

Lalu, KA Kertajaya Lebaran tujuan Pasar Turi-Pasar Senen (PP), KA Mantap Lebaran tujuan Pasar Senen-Madiun (PP), KA Agro Muria Lebaran tujuan Semarang Tawang-Gambir (PP), dan KA Argo Sindoro Lebaran tujuan Semarang Tawang-Gambir (PP).

Adapun total kapasitas seat dari seluruh kereta tersebut mencapai 9.668 tempat duduk.

Selain kereta api tambahan, pihaknya juga telah mempersiapkan tambahan rangkaian minimal satu gerbong pada tiga KA, yakni Argomurya, Menoreh, dan Kaligung. Angkutran Lebaran tersebut beroperasi mulai pada 26 Juni-17 Juli, atau selama 22 hari.

Tag : kereta api, pemudik
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top