Penguatan Mata Uang Myanmar Tertajam Di Asia

Penguatan mata uang Myanmar menjadi yang tertajam di Asia pada 2016. Hal ini merupakan pertanda yang jelas bahwa negara tersebut mulai keluar dari praktik isolasi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
Juli Etha Ramaida Manalu | 02 Juni 2016 02:10 WIB
Penguatan Mata Uang Asia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Penguatan mata uang Myanmar menjadi yang tertajam di Asia pada 2016. Hal ini merupakan pertanda yang jelas bahwa negara tersebut mulai keluar dari praktik isolasi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Didorong oleh kemenangan Aung San Suu Kyi dalam pemilihan terbuka pertama di negara tersebut, Kyat menguat lebih dari 10 %

Sejumlah revitalisasi berhasil memperkuat perekonomian dan keadaan sosial Myanmar sejak Junta militer dibubarkan secara resmi pada 2011. Keterbukaan negara tersebut juga meningkat sejak partai Suu Kyi menang dalam pemilihan November lalu. Saat ini , uang mengalir deras ke negara tersebut.

Untuk Andrew Lee yang kembali ke negara kelahirannya tersebut empat tahun lalu untuk mengembangakn General Electric Co di sana, reli kyat membuktikan bahwa dia membuat pilihan yang benar. Dia mengatakan mata uang yang kuat sangat diperlukan untuk negara dengan berkembang. Hal ini membantu membuat barang impor lebih murah dan mengurangi biaya pengembangan infrastruktur pemerintah.

“ “Peningkatan ini sangat baik untuk ekonmi,” kata Lee yang pada 1979 lalu pindah ke Amerika bersama dengan keluarganya pada usia 12 tahun.

Dia mengaku optimistis dengan pemerintahan yang baru meskipu dia tahu ada banyak hal yang masih harus dibenahi.

Sementara itu, berdasarkan diagram yang dirilis oleh Bloomberg, rupiah Indonesia menempati posisi ke lima untuk kategori penguatan mata uang di Asia terhadap dolar Amerika pada 2016 setelah kyat Myanmar, yen Jepang, Ringgit Malaysia, dan Dolar Singapura.

 

 

Sumber : Bloomberg

Tag : dolar, myanmar, mata uang asia
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top