Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekitar 88.300 Anak-anak Tanpa Pendamping Cari Suaka di Uni Eropa

Sekitar 88.300 anak-anak tanpa pendamping mencari suaka di Uni Eropa pada 2015.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Mei 2016  |  10:26 WIB
Anak-anak pengungsi Suriah di penampungan Turki - Reuters
Anak-anak pengungsi Suriah di penampungan Turki - Reuters

Kabar24.com, BRUSSELS - Sekitar 88.300 anak-anak tanpa pendamping mencari suaka di Uni Eropa pada 2015, 13 persen di antaranya di bawah usia 14 tahun, menyeberangi benua tanpa orangtua untuk mencari tempat aman, kata data UE, Senin (2/5/2016).

Lebih dari satu juta orang, yang lari dari peperangan dan kemiskinan di Timur Tengah dan Afrika, mencapai Eropa pada 2015.

Data tersebut secara kasar dua kali lipat daripada data pada 2014 dan jumlah anak-anak tanpa pendamping bahkan meningkat empat kali lipat, kata badan statistik Eurostat.

Sekitar sepertiga dari 1,26 juta pemohon suaka yang pertama kali diajukan di UE pada 2015 adalah anak-anak.

Negara UE belum menyepakati cara untuk menangani arus terburuk pendatang sejak Perang Dunia II dan rasa benci pendatang berkembang, bahkan di negara yang lazim memiliki pendekatan murah hati untuk membantu pencari perlindungan.

Empat dari 10 anak-anak tanpa pendamping yang mengajukan suaka di Swedia, dimana beberapa pihak menyerukan pengecekan lebih ketat, curiga bahwa orang dewasa mengaku sebagai anak-anak untuk mendapatkan perlindungan, sesuatu yang mungkin tidak bisa mereka peroleh.

Data Eurostat itu terutama merujuk pada pencari suaka "yang dianggap sebagai anak-anak tanpa pendamping", yang artinya negara-negara UE menerima umur anak-anak yang disebutkan atau menentukannya sendiri melalui prosedur penilaian umur.

Lebih dari 90 persen anak-anak tanpa orang tua atau pendamping itu adalah anak laki-laki dan lebih dari separuhnya berusia antara 16 dan 17 tahun. Setengahnya adalah warga Afghanistan dan kelompok terbesar kedua adalah warga Suriah yang tercatat sebanyak 16 persen dari jumlah keseluruhan.

Setelah Swedia, Jerman, Hungaria dan Austria menjadi tujuan utama bagi pencari suaka anak-anak tanpa pendamping.

Dalam upaya menghalang arus masuk migran, UE menandatangani perjanjian dengan Turki untuk menghentikan orang-orang yang menyeberang dari negara itu menuju blok tersebut.

Turki menampung sekitar 2,7 juta pengungsi dari konflik di negara tetangganya Suriah, demikian Reuters.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengungsi

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top