Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bankir Terkaya Dunia Dituduh Terlibat Penyuapan

Penuntut Umum Brasil menuduh Joseph Safra, bankir terkaya dunia, terkait dengan upaya penyuapan kepada pejabat pemerintah sebagai imbalan pembebasan utang pajak.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 01 April 2016  |  13:37 WIB
Bankir Terkaya Dunia Dituduh Terlibat Penyuapan
Joseph Safra - Reuters

Kabar24.com, BRASILIA - Penuntut Umum Brazil menuduh Joseph Safra, bankir terkaya dunia, terkait dengan upaya penyuapan kepada pejabat pemerintah sebagai imbalan pembebasan utang pajak.

Dalam sebuah pernyataan oleh penuntut umum seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/4/2016) Safra mengetahui rencana para eksekutif Banco Safra SA, bank lokal Brasil, pada 2014 untuk memberi suap senilai 15,3 juta reais (US$4,2 juta) kepada auditor pajak negara.

Tuduhan ini didasarkan pada hasil penyadapan panggilan telepon antara eksekutif Banco Safra João Inácio Puga dengan petugas pajak, seperti terdapat dalam pernyataan tersebut.

Safra, yang bersama keluarganya memiliki Banco Safra SA [SADEPB.UL] dan sejumlah institusi perbankan swasta termasuk J Safra Sarasin di Swiss, menurut pernyataan tersebut,  tidak terlibat langsung dalam negosiasi rencana penyuapan tersebut.

Namun, percakapan itu mengungkapkan bahwa Puga membuat laporan kepada Safra mengenai penyuapan tersebut, ujar penuntut umum.

Dalam pernyataan terpisah, Safra Group, induk usaha investasi milik Safra mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

“Belum pernah ada kejanggalan dalam setiap bisnis di bawah Safra Group. Tidak satu pun perwakilan Safra Group pernah membujuk pejabat publik dan berdasarkan penilaian pengadilan Grup tidak mendapatkan keuntungan apa pun,” ujar Safra Group dalam pernyataannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suap
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top