Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Donald Trump akan Ketuk Pintu Neraka untuk ISIS

Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump menyarankan, kejahatan perang sebagai satu-satunya cara untuk mengalahkan organisasi ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2015  |  12:52 WIB
Setya Novanto dan Fadli Zon saat menghadiri kampanye Donald Trump - Reuters
Setya Novanto dan Fadli Zon saat menghadiri kampanye Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA-- Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump menyarankan, kejahatan perang sebagai satu-satunya cara untuk mengalahkan organisasi ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Trump, yang menurut jajak pendapat CNN baru-baru ini, memimpin sebagai kandidat dari Republik dengan dukungan 36% suara, mengatakan, kepada Fox News bahwa sebagai presiden dia akan bertindak kotor dengan menangkap, serta melenyapkan keluarga milisi.

Sengaja membunuh warga sipil dianggap sebagai kejahatan perang. Secara resmi itu dikodifikasikan dalam kitab keempat Konvensi Jenewa tahun 1949.

 "Saya akan mengetuk pintu neraka untuk mereka [para militan ISIS]," katanya kepada penonton acara talk show Fox and Friend, yang dibawakan oleh Elizabeth Hasslebeck, Steve Doocy dan Brian Kilmaede.

Dia menuduh Presiden Barack Hussein Obama tidak tahu dan tidak melakukan apa-apa. Trump berjanji akan melakukan langkah terbaik mengalahkan militan.

"Kita sedang berperang yang secara politis benar. Sementara hal yang lain dilakukan mereka," kata Trump.

Seperti dilansir dari laman Independent, Jumat (4/12/2015), Trump mengatakan milisi peduli tentang kehidupan mereka.

"Jangan menipu diri sendiri. Mereka mengatakan tidak peduli tentang kehidupan mereka. Anda harus melenyapkan keluarga mereka."

ISIS sendiri telah dituduh melakukan sejumlah kejahatan perang. Organisasi kemanusiaan mengklaim kelompok militan itu bertanggung jawab untuk ribuan pembunuhan ekstra yudisial serta upaya genosida terhadap kaum Yazidi di Irak utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top