Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG Deteksi 39 Titik Panas di Bangka Belitung

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pangkalpinang mencatat 39 titik panas terdeteksi oleh Satelit Terra dan Aqua di Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (20/10/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Oktober 2015  |  10:00 WIB
BMKG Deteksi 39 Titik Panas di Bangka Belitung
Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan. - Ilustrasi
Bagikan

Kabar24.com, PANGKALPINANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pangkalpinang mencatat 39 titik panas terdeteksi oleh Satelit Terra dan Aqua di Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (20/10/2015).

Sebagian besar atau 12 di antaranya tersebar di Kabupaten Bangka Selatan, kata Staf Koordinator Unit Analisis BMKG Pangkalpinang, Deas Achmad Rivai di Pangkalpinang.

Ia menjelaskan 12 titik di Bangka Selatan tersebar di Kecamatan Payung dan Simpang Rimba masing-masing terdeteksi satu titik, sedangkan Kecamatan Toboali dan Air Gegas sama-sama terpantau sebanyak lima titik Titik panas itu dapat berubah sewaktu-waktu tergantung suhu udara dan aktivitas pembakaran lahan pada saat kemarau, katanya.

Di Kabupaten Bangka Tengah terdeteksi delapan titik panas yang tersebar di Kecamatan Koba sebanyak satu titik, Sungai Selan tiga titik dan di Kecamatan pangkalan Baru terpantau ada empat titik panas.

"Sedangkan di Kabupaten Belitung terdeteksi empat titik panas yang tersebar di Kecamatan Membalong dan Badau masing-masing dua titik panas," katanya.

Kemudian di Kabupaten Bangka sebanyak 11 titik yang lima di antaranya tersebar di Kecamatan Belinyu, empat di Riau Silip dan dua titik di Mendo Barat.

Demikian juga di Kabupaten Bangka Barat, terdeteksi sebanyak tiga titik panas, yakni di Kecamatan Kelapa dua titik dan di Jebus satu titik.

"Penyumbang titik panas terendah di Babel yakni ada di Kabupaten Belitung Timur, yakni hanya satu titik yang tersebar di Kecamatan Gantung," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, untuk mengurangi polusi udara yang akan merugikan kesehatan masyarakat lainnya.

"Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, karena api akan sulit ditangani seiring kecepatan angin selama musim kemarau ini cukup kencang," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

titik panas

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top