Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SITI NURBAYA: Kabut Asap di Singapura Hanya Beberapa Jam Saja

Singapura boleh marah karena terpapar asap kebakaran hutan, namun itu terjadi dalam beberapa jam saja
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 29 September 2015  |  06:49 WIB
Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (28/9). - Antara
Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (28/9). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Singapura boleh marah karena terpapar asap kebakaran hutan dan lahan dari Indonesia tetapi sebentar saja.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan indeks standar pencemaran udara di Singapura memang berbahaya di kisaran 300 tetapi dalam hitungan jam segera turun. Sedangkan di Riau mencapai 400 dan berlangsung cukup lama. "Menurut saya tidak arif juga kalau marah. Kalau marahnya sebentar ya boleh lah karena angkanya lebih dari 300 tapi beberapa jam kemudian dia turun lagi, kalau yang berbahaya itu kalau terus-terusan satu hari 24 jam, saya mengikuti itu," kata siti di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Protes dari Singapura, ujar Siti, dipahami oleh pemerintah Indonesia tetapi sebaiknya lebih arif menyikapi bencana asap tersebut karena Indonesia bukan tidak bekerja. Berbagai upaya pemadaman sudah dilakukan secara maksimal. Apalagi kabut asap datang pada malam hari dimana sebagian besar orang berada di dalam ruangan tidak terlalu mengganggu.

"Kalau [ISPU] 300 nya itu jam 12 malam sampai jam delapan pagi kan juga pada jam itu orang enggak diluar," jelas Siti. Presiden beserta jajarannya telah bekerja siang malam melakukan pemadaman. Bahkan di beberapa lokasi didatangi langsung. Beberapa lokasi tidak bisa dikunjungi karena situasinya tidak memungkinkan. "Kita bekerja luar biasa. Saya enggak tahu Presiden mana yang bisa bekerja seperti Presiden kita," ucap Siti.

Sementara itu, Seskab Pramono Anung menyatakan sikap pemerintah Indonesia dengan tawaran bantuan dari Singapura hingga saat ini belum ada kata sepakat. Pemerintah cenderung memilih berupaya memadamkan api dengan usaha sendiri.

"Ya memang ada upaya itu ya tetapi kita dari laporan BNPB dan juga Menteri KLH sampai sekarang kita masih mengupayakan apa yang bisa kita lakukan. Mengenai hal ini, tentunya presiden menyerahkan langkah-langkah itu dalam koordinasi di lapangan," ujar Pramono.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kabut Asap
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top