Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABUT ASAP: Warga Riau Kian Resah

Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, resah akibat kabut asap semakin tebal dan sudah sangat mengganggu aktivitas warga untuk turun rumah.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 28 September 2015  |  04:35 WIB
Sebuah kapal melaju di tengah kabut asap yang menyelimuti Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/9). - Antara
Sebuah kapal melaju di tengah kabut asap yang menyelimuti Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, resah akibat kabut asap semakin tebal dan sudah sangat mengganggu aktivitas warga untuk turun rumah.

"Saat ini asap tebal sudah sangat berbahaya bagi kesehatan dan tentu juga mengganggu ekonomi warga," kata salah satu masyarakat Kuantan Singingi, Reflizar di Teluk Kuantan, Minggu.

Ia mengatakan, ratusan petani di sejumlah desa sejak Sabtu 26 September hingga Minggu 27 September 2015 sudah tidak berani kekebun akibat kondisi asap sudah menutupi banyak wilayah.

Masyarakat Kuansing sebagian besar adalah petani, berkebun karet, sawit dan berladang padi dengan situasi kabut asap ini tentu tidak berani beraktivitas seperti memanen hasil pertanian, jika hal ini terus berkelanjutan dikhawatirkan banyak warga tidak makan akbat pendapatan keluarga menurun.

"Mau beli beras pakai apa, tentu berutang karena karet tidak dipanen," kata warga lainnya.

Saat ini, katanya lagi, jarak pandang berkisa 50 meter, khusus di Kota Taluk jalan saja sudah tidak terlihat jelas khawatirnya terjadi lakalantas.

Petani karet dari Kecamatan Lubuk Jambi menyebutkan, selama sepekan banyak warga hanya berada didalam rumah tidak berani beraktivitas, jika keluar rumah mata terasa perih dan badan lemas kepala pusing diduga akibat asap itu.

"Khawatir berisiko tinggi maka hanya diam di rumah saja," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, di lingkungan pasar dan jalan raya sudah tidak begtu jelas apalagi berada dalam kebun yang jauh dari pemukiman penduduk sudah sangat gelap khawatirnya babi hutan pun nyosor tidak bisa diketahui sehingga masyarakat tidak berani turun memanen hasil perkebunan.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Edy Sumardi dalam beberapa kesempatan menyebutkan, pihaknya telah berupaya optimal untuk memadamkan sejumlah titik api di daerah, hanya saja kabut asap tebal diperkirakan adalah kiriman dari daerah lain.

"Setiap pelaku pembakaran lahan akan ditindak tegas," ujarnya.

Karena itu, Kepolisian berharap tidak adalagi warga, pengusaha dan perusahaan yang berani membuka lahan untuk perkebunan sawit dengan cara membakar karena berdampak luas dan himbauan itu selalu disampaikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kabut Asap

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top