Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMF: Investasi China Lemah, Australia Paling Menderita

Laporan lembaga moneter internasional IMF menyebutkan bahwa Australia akan menjadi negara dengan tingkat ekonomi maju paling menderita bila pertumbuhan investasi Tiongkok melemah.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 22 September 2015  |  15:38 WIB
Managing Director IMF Christine Lagarde - telegraph.co.uk
Managing Director IMF Christine Lagarde - telegraph.co.uk

Bisnis.com, PERTH -  Laporan lembaga moneter internasional IMF menyebutkan bahwa Australia akan menjadi negara dengan tingkat ekonomi maju paling menderita bila pertumbuhan investasi Tiongkok melemah.

Posisi Australia ini hanya bisa ditandingi oleh Irak, Saudi Arabia, dan Zambia, yang akan mengalami kerugian paling buruk dari pelemahan pertumbuhan investasi Tiongkok seperti dikutip Skynews.com.au pada Selasa (22/9/2015).

Skenario IMF itu juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Australia bakal hanya berada di kisaran 2,5 persen per tahun sejak 2020.

Prakiraan ekonomi ini menjadi landasan pemimpin IMF, Christine Lagarde, menyampaikan peringatan kepada negara-negara berkembang agar waspada terhadap guncangan akibat kondisi di Tiongkok.

Seperti dikutip Skynews.com.au, semua ini bermula dari prediksi pertumbuhan Tiongkok oleh pemerintahnya bahwa laju investasi akan jatuh dari 46 persen dari GDP menjadi hanya sekitar 35 persen dalam kurun 10 tahun ke depan.

Pelemahan di sisi investasi ini akan dirasakan sangat signifikan di negara-negara yang memang memiliki ketergantungan sangat besar terhadap ekonomi negeri komunis tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top