Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekerasan di Sekolah, Kegagalan Pemerintah Dalam Dunia Pendidikan

Kekerasan pada anak kerap terjadi di sekolah atau biasa disebut dengan bullying. Bullying biasanya akan menjadi ancaman bagi anak yang menjadi korban kekerasan disekolah oleh teman sebayanya.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 21 September 2015  |  10:04 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Kekerasan pada anak kerap terjadi di sekolah atau biasa disebut dengan bullying.

Bullying biasanya akan menjadi ancaman bagi anak yang menjadi korban kekerasan disekolah oleh teman sebayanya.

Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, kasus kekerasan siswa di sekolah hingga menyebabkan kematian sudah masuk kategori darurat kekerasan anak di lingkungan sekolah.

“Ini jeweran bagi pemerintah. Ada kegagalan dalam dunia pendidikan dan sistem perlindungan anak,” ujar Erlinda saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, kasus kekerasan yang terjadi di sekolah tidak lagi kekerasan guru pada siswa, melainkan kekerasan yang terjadi sesama siswa.

“Selain itu, kasus bully ini dilakukan anak SD, yang seharusnya ditanamkan pendidikan karakter,” ucapnya.

Dia menyatakan, kekerasan anak di lingkungan pendidikan semakin banyak. Selain itu, lokasi kejadian meluas atau menyebar.

"Kasusnya juga tidak hanya di Jakarta atau kota besar. Bahkan sekolah-sekolah di desa juga banyak kekerasan," ungkapnya.

Untuk mengurangi kekerasan yang terjadi di sekolah, KPAI telah membuat proposal perbaikan pendidikan. Dalam proposal tersebut, pendidikan dijalankan dengan semangat ramah anak.

“Usulan proposal ini akan dimasukkan ke jajaran pemerintah untuk menjadi rekomendasi,” tuturnya.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan kekerasan anak
Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top