PAN Nyeberang ke KIH: Ini Alasan PAN Tak Betah Jadi Oposan

Sikap oposan hanya akan menjadikan situasi ekonomi dan politik tidak menentu, kata Zul di Kompleks Gedung Parlemen.
Ashari Purwo Adi N | 02 September 2015 18:47 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kedua kiri) saat membuka Rapat Kerja Nasional PAN di Jakarta, Rabu (6/5/2015). - Antara/Fanny Octavianus

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan bahwa partainya segera merapat ke pemerintah guna mendukung kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Zul mengatakan pihaknya sudah menyatakan dukungan kepada Presiden Jokowi dalam menjalankan pemerintahan saat berkunjung ke Istana Negara, Selasa (2/9).

“Pasalnya, sikap oposan hanya akan menjadikan situasi ekonomi dan politik tidak menentu,” kata Zul di Kompleks Gedung Parlemen.

Zul berharap, masuknya PAN ke pemerintahan mampu memberikan angin segar bagi iklim investasi di Tanah Air.

“Kami berusaha membuat pemerintahan berjalan baik dan lancar sesuai dengan program Presiden,” ujarnya.

Keputusan pengalihan dukungan tersebut, ujar Zul, memang terbilang mendadak.

Namun demikian, Zul akan segera membicarakan keputusan itu dengan petinggi Koalisi Merah Putih (KMP), kelompok partai politik oposisi pemerintah yang sebelumnya menguasai parlemen.

“Saya yakin semua pihak akan setuju dengan sikap kami. Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN, juga akan setuju. Saya kira tidak perlu lagi ada pembatas antara KMP dan kelompok partai politik pendukung pemerintah, Koalisi Indonesia Hebat,” kata Zul yang juga besan Amien Rais.

Hal senada diungkap oleh Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Suparno.

Eddy mengatakan pilihan untuk bermigrasi dari partai oposisi menjadi partai pendukung pemerintah memang sudah lama.

“Pilihan tersebut muncul setelah Kongres PAN di Bali pada awal Maret 2015,” katanya.

Menurut Eddy, dukungan kepada pemerintah tersebut dipicu oleh melemahnya situasi ekonomi dan politik di Tanah Air.

“Kami merasa ingin berkontribusi kepada pemerintah untuk membenahi situasi ekonomi dan politik,” ujarnya.

Kendati demikian, Eddy menegaskan, dukungan PAN kepada pemerintah tersebut tidak serta merta mengalihkan dukungan dari KMP yang selama ini dibentuk dengan Partai Golkar, Gerindra, dan PKS untuk mendukung Calon Presiden Prabowo Subiyanto saat Pilpres 2014.

“Jadi jangan disalahartikan dukungan kami. Kami tetap di KMP.”

Adapun soal jatah menteri yang biasa diberikan sebagai bentuk balas dukungan, Eddy enggan berkomentar banyak.

“Itu terserah Presiden. Kami tidak meminta. Tapi kami akan menyiapkan kader jika diminta,” ujarnya.

Pengalihan dukungan PAN muncul setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden di Istana Negara, Selasa.

Zul menemui Presiden bersama Wiranto, Ketua Umum Partai Hanura.

Kabar merapatnya PAN ke pemerintah tersebut memang sudah santer terdengar di internal DPR beberapa minggu ini.

PAN dikabarkan mendapat jatah satu menteri yang kandidatnya diambil dari salah satu wakil rakyat.

Tag : partai amanat nasional
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top