Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REMISI LEBARAN: Kata Yasonna, Pemerintah Tak Pandang Bulu

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan remisi khusus Hari Raya Idulfitri kepada 53.800 narapidana dari total 180.000 narapidana.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 18 Juli 2015  |  01:40 WIB
Menkum HAM Yasonna H. Laoly - Antara
Menkum HAM Yasonna H. Laoly - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan remisi khusus Hari Raya Idulfitri kepada 53.800 narapidana dari total 180.000 warga binaan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan yang tersebar di Indonesia.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan hak remisi diberikan kepada narapida tanpa terkecuali. Sayangnya dia tak dapat mengingat komposisi jumlah narapidana yang mendapat remisi berdasarkan jenis kasus, baik kasus korupsi, kasus narkoba, maupun kasus terorisme.

“Remisi itu hak, siapa yang memenuhi syarat harus dikasih. Nah angka-angkanya saya tidak hapal. Pasti ada [narapidana kasus korupsi mendapat remisi],” ujarnya, Jumat(17/7/2015).

Hal yang pasti, narapidana harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ada. Sebelum memberikan remisi, kementerian terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari kejaksaan dan kepolisian untuk menentukan narapidana yang benar-benar berhak karena telah memenuhi persyaratan.

“Kan [rekomendasi] ada yang dari jaksa, ada yang dari polisi. Narkoba dan teroris juga kami kasih. Semua kita kasih tapi harus memenuhi syarat,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukuman remisi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top