Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Elit Kadin Curiga Hanya Pengalihan Isu

Kalangan Kadin Indonesia menilai isu peredaran beras sintetis atau beras yang terbuat dari bahan plastik, sarat dengan dengan muatan politik.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 25 Mei 2015  |  16:46 WIB
BERAS SINTETIS: Elit Kadin Curiga Hanya Pengalihan Isu
Polisi memeriksa karung beras di pergudangan Kalimas Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/5). - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Kalangan Kadin Indonesia menilai isu peredaran beras sintetis atau beras yang terbuat dari bahan plastik, sarat dengan dengan muatan politik.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur mengatakan harga biji plastik lebih mahal jika dibanding dengan harga beras.

"Masak mencampur dengan barang yang lebih mahal. Masalah itu bukan murni bisnis, saya kira ini hanya pengalihan isu dan motif politik saja," katanya Senin (25/5).

Menurut Natsir, jika motifnya untuk mencari keuntungan, maka pedagang yang curang akan mencampur beras dengan bahan yang lebih murah.

"Misalnya jagung atau jenis beras lain yang lebih murah".

Natsir menyebut beras plastik, kalau memang ada, tidak harus diimpor. Di dalam negeri pun, ada mesin cetak yang bisa membuat plastik berbentuk beras.

"Saya tidak tahu beras platik itu impor atau dari dalam. Teknologinya juga bisa dibuat di sini, sederhana," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top