Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surabaya Incar Pertumbuhan Investasi 10%

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan investasi tahun ini bisa tumbuh 10% atau lebih rendah dari pencapaian tahun lalu yang mampu tumbuh hingga 25%.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 April 2015  |  18:12 WIB
 Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA—Pemerintah Kota Surabaya menargetkan investasi tahun ini bisa tumbuh 10% atau lebih rendah dari pencapaian tahun lalu yang mampu tumbuh hingga 25%.

Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya Eko Agus Supiadi Sapoetra mengatakan target tahun ini memang tidak setinggi pencapaian 2014. Menurutnya ada banyak hal yang mempengaruhi investasi yakni pertumbuhan ekonomi, infratsruktur dan kepastian hukum serta keamanan di Surabaya.

"Kami konvensional dulu targetnya 6%-10%, syukur-syukur bisa lebih tinggi. Namun pemkot  sekarang ini terus berupaya agar target bisa tercapai," jelasnya di Surabaya, Senin (27/4/2015).

Dia menjelaskan Pemkot Surabaya saat ini pun gencar memberikan kemudahan pelayanan perizinan serta memperbaiki infrastruktur jalan agar menarik minat investasi terutama di sektor perdagangan dan jasa.

"Yang paling masif saat ini memang masih investasi di sektor properti baik perhotelan maupun apartemen," imbuhnya.

Adapun komposisi investasi di Surabaya saat ini adalah 20% dari penanaman modal asing (PMA), dan 80% merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Eko menambahkan saat ini yang paling dibutuhkan untuk menarik investasi adalah akses jalan dan jasa transportasi seperti kereta api barang yang langsung menuju pelabuhan dan bandara. Transportasi tersebut diyakini bisa menggairahkan investasi Surabaya, karena jasa angkutan barang melalui kereta bisa menekan biaya operasional sebuah perusahaan.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Jamhadi mengatakan, sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kadin justru kerap kesulitan mengurus berbagai perizinan. Menurutnya, janji pemerintah dalam penyelesaian perizinan masih tidak sesuai jadwal.

"Pemkot mustinya lebih bisa mengontrol Surabaya single window, kalau di sana patokan penyelesaian izin bisa 17 hari, ya harusnya sudah selesai. Kebanyakan malah sampai 1-2 tahun baru selesai," katanya.

Dia mengatakan hal tersebut lah yang masih menjadi kendala dalam menarik investasi, terutama PMA.  Selain itu, lanjutnya, Pemkot Surabaya seharusnya bisa menjalin kemitraan dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) agar jembatan Suramadu yang dibangun tidak sebatas sebagai penghubung Surabaya-Madura.

"Di wilayah Suramadu kurang berkembang, ini karena minat investasi di sana kurang. Pemkot harusnya bisa bekerjasama dengan BPWS," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top