Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perdagangan Trenggiling, Bareskrim: Pelaku Sediakan Layanan SMS

Pelaku penjual hewan trenggiling menyediakan layanan pesan singkat bagi konsumen yang menginginkan satwa dilindungi tersebut.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 27 April 2015  |  17:42 WIB
Petugas Wildlife Conservation Society (WCS) menunjukkan seekor trenggiling (manis javanica) yang masih hidup ketika akan dilakukan gelar kasus di lokasi penggerebekan Kawasan Industri Medan (KIM) I, Sumatra Utara, Senin (27/4/2015). Pihak Bareskrim Polri, Wildlife Conservation Society (WCS) dan BBKSDA Sumut, berhasil menangkap satu orang tersangka penyelundup trenggiling yang akan dijual ke Malaysia, dengan barang bukti 96 ekor hidup dan lima ton trenggiling yang telah dibekukan. - Antara
Petugas Wildlife Conservation Society (WCS) menunjukkan seekor trenggiling (manis javanica) yang masih hidup ketika akan dilakukan gelar kasus di lokasi penggerebekan Kawasan Industri Medan (KIM) I, Sumatra Utara, Senin (27/4/2015). Pihak Bareskrim Polri, Wildlife Conservation Society (WCS) dan BBKSDA Sumut, berhasil menangkap satu orang tersangka penyelundup trenggiling yang akan dijual ke Malaysia, dengan barang bukti 96 ekor hidup dan lima ton trenggiling yang telah dibekukan. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Pelaku penjual hewan trenggiling menyediakan layanan pesan singkat bagi konsumen yang menginginkan satwa dilindungi tersebut.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Brigadir Yazid Fanani mengungkapkan pelaku perdagangan meminta kepada para konsumen yang ingin mendapatkan daging trenggiling untuk mengirimkan pesan singkat. "Cukup SMS dengan menyebut jumlah berat dan alamat," katanya di Bareskrim Polri, Senin (27/4/2015).

Setelah transaksi disepakati, hewan tersebut kemudian diantar ke rumah konsumen oleh karyawan penjual hewan trenggiling tersebut. "Trenggiling hidup diperlakukan khusus, kalau yang mati direbus, sisiknya dipisahkan," katanya.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim berhasil menggagalkan upaya perdagangan hewan langka trenggiling, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp23,5 miliar, pada 23 April lalu.

Terkait perdagangan itu, penyidik menangkap seorang tersangka berinisial SM alias ABG perdagangan trengiling di Komplek Pergudangan Niaga Malindo KIm 1, Jalan P. Bangka No. 5 Kelurahan Malabar, Kecamatan Medan Deli, Medan Sumatra Utara.

"Tersangka berasal dari Tambora, Jakarta Barat. Dia punya gudang empat karyawan, setiap hari bisa perdagangkan 100 kg trenggiling," katanya.

Trenggiling, kata Yazid merupakan hewan dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. "Perdagangan  trenggiling paling marak di berbagai tempat. Etnis China mempercayai hewan tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim trenggiling
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top