Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG dan BNPB: 4 Kali Gempa Guncang Sebagian Wilayah Indonesia dalam Sepekan Terakhir

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dalam satu minggu terakhir ini Indonesia telah diguncang gempa.
Fitri Rachmawati
Fitri Rachmawati - Bisnis.com 27 April 2015  |  09:54 WIB
BNPB dan BMKG mencatat sejak Sabtu hingga Minggu pekan lalu telah terjadi 4 kali gempa - ilustrasi
BNPB dan BMKG mencatat sejak Sabtu hingga Minggu pekan lalu telah terjadi 4 kali gempa - ilustrasi

Bisnis.com, Jakarta-- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dalam satu minggu terakhir ini Indonesia telah diguncang gempa.
 
BNPB dan BMKG mencatat sejak sabtu (25/04/2015) hingga minggu (26/04/2015) telah terjadi 4 kali gempa. Gempa tersebut a.l. pada sabtu pukul 07:49 gempa dengan kekuatan 5SR terjadi di 14Km Tenggara Maluku Barat Daya.
 
Kemudian, pukul 23:41 WIB gempa 5,7SR mengguncang 88Km barat laut Pulau Morotai Maluku Utara. Lalu pada minggu puku 17:37 WIB gempa 5,2SR terjadi di 83Km Tenggara Sumba Timut NTT.
 
“Dan pada pukul 19:55 WIB gempa kekuatan 5,1SR terjadi di 62Km barat daya Pesisir Selatan Sumatera Barat,” tuturnya Senin (27/04/2015).
 
Dia menambahkan 4 gempa yang terjadi tersebut semuanya berpusat di laut. Sehingga gempa terasa lemah dan cenderung masyarakat tidak menyadari gempa tersebut. Selain itu, tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa yang terjadi.
 
Sementara itu, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung Irwan Meilano mengatakan 4 gempa yang terjadi tersebut memiliki mekanisme sesar naik dengan luas bidang yang bergeser 160Km x 120KM.
 
“Mengingat kondisi tektonik Indonesia cenderung kompleks, maka bencana gempa sangat berpotensi besar terjadi di Indonesia,” tuturnya.
 
Dia menjelaskan untuk itu beberapa kota besar dengan penduduk padat di Indonesia harus mulai mempersiapkan infrastruktur yang tahan terhadap guncangan keras akibat gempa. Di mana, faktor amplifikasi seperti yang terjadi di Nepal atau Yogyakarta pada 2006 hingga gempa di Sumbar pada 2009 dan kota lainnya di Indonesia  harus segera ditutupi oleh sedimen halus yang tebal.
 
Hal tersebut penting dilakukan agar jumlah korban akibat gempa bisa ditekan, karena faktor yang menyebabkan jumlah korban banyak a.l. biasanya terjadi di daerah yang padat penduduk dengan infrastruktur yang tidak disiapkan menghadapi gempa besar.
 
Selain itu, guncangan gempa diperkuat engan amplifikasi di beberapa tempat sekitar Kathamandu yang terbentuk dari lapisan tanah lunak yang dulunya berupa danau. Kemudian, guncangan gempa diikuti longsoran dari tebing es dan batuan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bmkg bnpb
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top