Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Pesan DPR untuk Erwin Riyanto

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menitipkan tiga pesan kepada Erwin Riyanto yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan posisi Halim Alamsyah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 21 April 2015  |  05:51 WIB
Anggota DPR mengikuti Sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2015). - Antara/Sigid Kurniawan
Anggota DPR mengikuti Sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2015). - Antara/Sigid Kurniawan
Bisnis.com, JAKARTA--Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menitipkan tiga pesan kepada Erwin Riyanto yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan posisi Halim Alamsyah.
 
Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad mengungkapkan ada tiga pekerjaan rumah (PR) Erwin yang harus dilaksakan usai pelantikan. Pertama, membantu menyiapkan mengenai UU Bank Indonesia dan revisi UU Perbankan. Kedua mengatur kebijakan moneter yang masih menjadi perhatian ekonomi.
 
"PR yang ketiga, Erwin harus mampu berkomunikasi dengan publik," ungkapnya, Senin (20/4/2015).
 
Selain ketiga PR tersebut, kata Fadel, melalui kehadiran Erwin, maka statbilisasi nilai tukar rupiah bisa semakin terjaga yakni pada kisaran Rp12.500 hingga akhir tahun ini.
 
Dalam fit and proper test yang disampaikan Erwin di hadapan DPR, hal yang disampaikan ada menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun otoritas lain seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Kementerian Keuangan.
 
Erwin juga mengungkapkan untuk memperkuat sinergi lintas institusi, maka diperlukan sinergi untuk memeliharan stabilitas sistem keuangan.
 
"Sinergi lintas institusi dilakukan dengan memelihara kelancaran komunikasi dan pertukaran informasi. Penyelarana level of trust, percepatan penyelesaian sistem informasi yang terintegrasi," ungkanya.
 
Selain itu, Erwin menambah sinergi yang harus dibangun adalah penguatan sinergi dalam perumusan regulasi, penguatan fungsi ex-officio Bank Indonesia di OJK dan memperkuat mekanisme forum koordinasi stabilitas sistem keuangan (FKSSK).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DPR
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top