Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JK: Reshuffle Bukan Tergantung Survei

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pihaknya belum akan melakukan perombakan Kabinet Kerja yang baru mengemban tugas selama enam bulan terakhir.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 21 April 2015  |  03:30 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) - Antara/M Agung Rajasa
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pihaknya belum akan melakukan perombakan Kabinet Kerja yang baru mengemban tugas selama enam bulan terakhir.

Pernyataan itu dialirkan untuk menanggapi isu reshuffle yang bergulir beberapa pekan terakhir. Puncaknya, lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei bahwa sebagian besar masyarakat menginginkan adanya perombakan jajaran menteri.

Kalla menanggapi dingin hasil survei tersebut. Menurut dia, kebijakan reshuffle tidak bergantung pada hasil survei, melainkan tergantung pada kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pemerintah.

“Kalau semua tergantung pada survei, nanti negeri ini jadi negeri survei semua,”selorohnya, Senin(20/4/2015).

 Dia menegaskan selama ini Presiden Joko Widodo juga melakukan evaluasi dan penilaian terhadap jalannya pemerintahan. Hal itu menjadi pertimbangan kepala negara untuk merombak para pembantunya.

Dalam hasil survei Poltracking Indonesia disebutkan, sebanyak 41,8% responden setuju dengan adanya perombakan kabinet karena dianggap tidak memiliki kinerja yang memuaskan.

Secara rinci diuraikan, tercatat 36% responden setuju, dan 5,8% reponden sangat setuju dengan adanya reshuffle. Hanya ada 24,1% responden yang kurang setuju dan 3,9% responden yang tidak setuju dengan perombakan jajaran menteri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Reshuffle Kabinet
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top