Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ribuan Ubur-ubur Sebesar Piring Terdampar di Pantai Mukomuko

Ribuan Ubur-ubur Sebesar Piring Terdampar di Pantai Mukomuko
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 April 2015  |  14:32 WIB
Ilustrasi - ilovemycamera.com
Ilustrasi - ilovemycamera.com

Kabar24.com, JAKARTA -  Nelayan di Kelurahan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak dua hari terakhir menemukan ribuan ubur-ubur seukuran piring terdampar di pantai di daerah itu. 

"Ubur-ubur itu terdampar karena dibawa angin dari tengah laut ke tepi pantai wilayah ini. Ubur-ubur yang terdampar itu sudah mati," kata Sekretaris Kelompok Nelayan Kelurahan Koto, Jaya Sahrial, di Mukomuko, Minggu. 

Ia mengatakan, tidak hanya terdampar, ubur-ubur itu juga masih banyak yang berenang di sekitar pinggir pantai di daerah itu.

Namun, katanya, tidak ada nelayan yang menangkap ubur-ubur karena tidak bisa di makan. Selain itu tidak ada warga yang bisa mengolahnya untuk dijadikan masakan.

"Jangankan mau memakannya disentuh saja badan menjadi gatal-batal," ujarnya. 

Ia mengatakan, tidak hanya sekali ini saja ubur-ubur terdampar di pantai di wilayah, sebelumnya pun ubur-uburnya sudah pernah terdampar di pantai.

Nelayan setempat, katanya, meyakini kalau ubur-ubur sudah terdampar di pantai petanda sudah mulai mamasuki musim ikan.

"Nelayan senang kalau ubur-ubur terdampar karena mulai memasuki musim ikan," ujarnya.

Warga Kelurahan Pasar Mukomuko Hendra mengatakan baru kali ini melihat banyak sekali ubur-ubur terdampar di pantai di wilayah itu.

"Ukurannya sebesar piring dan sayangnya ubur-ubur tidak bisa di makan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nelayan

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top