Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAA BANDUNG: PLN Siapkan Suplai Listrik

PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) menyiagakan 1820 kVA energi listrik untuk menunjang pelaksanaan puncak peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 24 April mendatang. Energi sebanyak itu akan disuplai dari empat unit genset dengan total 1500 kva dan empat UPS dengan total daya 320 KVA.
Hedi Ardia
Hedi Ardia - Bisnis.com 17 April 2015  |  16:57 WIB

Bisnis.com. BANDUNG—PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) menyiagakan 1820 kVA energi listrik untuk menunjang pelaksanaan puncak peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 24 April mendatang. Energi sebanyak itu akan disuplai dari empat unit genset dengan total 1500 kva dan empat UPS dengan total daya 320 KVA.

Manager Area Pengatur Distribusi PT PLN Distribusi Jabar dan Banten Heri Santoso mengatakan, pada saat acara bertaraf internasional ini, PLN akan fokus mengawal kehandalan pasokan listrik di sejumlah titik mulai Bandara Husein Sastranegara, Hotel Savoy Homan, Gedung Merdeka, Masjid Agung hingga Gedung Pakuan.

"Kami siapkan listrik cadangan juga mulai H-7 hingga H+7. Karena sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk acara kenegaraan listrik harus mengandalkan genset dan listrik PLN sebagai alternatif," katanya, kepada wartawan, Jumat (17/4/2015).

Dia menjelaskan, pasokan listrik untuk venue utama yakni Gedung Merdeka dipasok dari Gardu Induk Bandung Selatan dengan diback up dari sub sistem Cirata.

PLN juga mempersiapkan dua unit genset dengan kapasitas 150 kVa di Gedung Merdeka dan 135 kVA untuk Masjid Agung. Untuk mendukung kehandalan juga disigakan UPS dengan kapasitas 60 kVA untuk Gedung Merdeka.

Menurut dia, beban puncak listrik pada kondisi normal di Bandung mencapai 8000 kVA atau pada malam hari. Sedangkan pada siang hari mencapai 7200 kVA. Untuk itu, pihaknya pun mendukung rencana Pemkot Bandung yang akan meliburkan pada 24 April karena beban listrik akan berkurang.

Selain itu, untuk menambah kehandalan, pihaknya juga menyiapkan trafo 630 kVA satu unit untuk Gardu Induk, saluran kebal tegangan menengah 3x300 sqmm serta pemasangan ACO tegangan menengah dan tegangan rendah serta UPS.

"Kamipun akan mengerahkan petugas yang berjaga di lokasi untuk mengamankan jaringan internal tempat KAA sebanyak 200 orang petugas," ujarnya.

Sementara itu, dalam rangka menyambut momentum bersejarah KAA, PT Pos Indonesiapun ambil bagian dengan menggelar pameran filateli memeringati 60 tahun Konferensi Asia Afrika yang akan digelar pada 20-24 April 2015 di Kantor Pos Bandung Jalan Asia Afrika No 49 Bandung 40111.

Manager Filateli PT Pos Indonesia Tata Sugiarta mengatakan, pada saat pameran itu akan ditampilkan koleksi khusus dan langka prangko lima negara penggagas KAA (Indonesia, India, Myanmar, Srilangka dan Pakistan).

Pada pameran itu juga akan menampilkan koleksi khsusu prangko 24 negara peserta KAA (Afganistan, Kamboja, Tiongkok, Mesir, Ethiopia, Filipina, Vietnam, Arab Saudi, Yaman, Syria, Thailand, Turki, Iran, Irak, Sudan, Laos, Libanon dan Jepang).

Pihaknya pun menggelar berbagai lomba dan kegiatan seperti pembuatan Mozaik prangko Bung Karno berukuran 120 x 240 cm, lomba menulis saran untuk Kota Bandung sebagai "Ibukota Asia Afrika", lomba foto selfie dengan tema 29 negara KAA dan lain sebagainya. 

Kepala Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung Nico Lumanaw mengapresiasi kegiatan Pameran Filateli yang digelar PT Pos Indonesia dalam memeriahkan peringatan 60 tahun KAA . Menurutnya, lewat event tersebut, komunitas pecinta filateli dari berbagai macam penjuru bisa datang ke Bandung.

"Filateli punya komunitas di seluruh dunia. Dengan adanya KAA, akan meningkatkan indeks Bandung sebagai kota besar. Terlebih Bandung telah menjadi salah satu kota wisata dunia bersama Jakarta," paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Konferensi Asia Afrika
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top