Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

API Desak Pemda Jateng Perbanyak Tenaga Terampil di Sektor Pertekstilan

Pemerintah daerah di Jawa Tengah diharapkan segera merealisasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja ahli di sektor pertekstilan seiring pesatnya pertumbuhan industri tekstil pada tahun-tahun mendatang.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 14 April 2015  |  23:09 WIB
Para pekerja di pabrik tekstil - Ilustrasi/Bisnis
Para pekerja di pabrik tekstil - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah daerah di Jawa Tengah  diharapkan segera merealisasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja ahli di sektor pertekstilan seiring pesatnya pertumbuhan industri tekstil pada tahun-tahun mendatang.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Kota Semarang Agung Wahono menuturkan hingga saat ini kebutuhan akan tenaga kerja ahli di sektor pertekstilan menjadi masalah yang cukup serius.

Karena itu, jelasnya, API berharap setiap pemerintah daerah di Jateng dapat mengupayakan peningkatan kapasitas SDM. Hal itu, jelasnya, dapat dimulai dengan pembekalan keterampilan sejak di bangku sekolah kejuruan.

Selain itu, peningkatan kapabilitas SDM juga perlu dipacu dengan pelatihan dengan sertifikasi teknis di bidangnya.

“Misalnya untuk operator spinning, operator garmen sehingga tenaga kerja akan mudah diterima perusahaan. Jadi, intinya bagaiaman meningkatkan kualitas SDM,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (14/4/2015).

Anton menuturkan pertumbuhan jumlah pelaku industri tekstil dan garmen di Jateng terus meningkat signifikan, yakni diperkirakan bertumbuh sekitar 10% setiap tahunnya.

Sementara itu, jelasnya, saat ini ketersediaan tenaga kerja ahli di sektor tersebut masih minim. “Saat ini skilled labour sangat terbatas di bidang tekstil dan garmen, hanya ada sekitar 30%,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jateng, lanjut Agung, perlu menjadi inisiator bagi upaya  peningkatan kapasitas SDM di setiap daerah. Apalagi, katanya, upaya tersebut perlu digenjot sebelum berlakunya masayarakat ekonomi Asean di akhir tahun ini, agar tenaga kerja lokal tidak kalah bersaing.

“Sebab memang idealnya ada sekitar 70% tenaga kerja terlatih dan sisanya belum.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah industri tekstil kota semarang
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top