Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Taruna STIP Marunda Diberikan Sanksi

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda bersama pejabatnya menggelar rapat manajemen terkait kasus pemukulan terhadap Daniel Roberto Tampubolon di kampus STIP, Jakarta Utara.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 12 April 2015  |  14:26 WIB
Ilustrasi - Anneahira
Ilustrasi - Anneahira

Kabar24.com, JAKARTA— Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda bersama pejabatnya menggelar rapat manajemen terkait kasus pemukulan terhadap Daniel Roberto Tampubolon di kampus STIP, Jakarta Utara. Kejadian yang terjadi pada Senin (6/4) lalu di lingkungan kampus STIP menjatuhkan sanksi tegas terhadap 7 orang tarunanya.

Ketua STIP Arifin S. menjelaskan lima orang taruna diberhentikan karena melakukan pemukulan. Mereka adalah Filipus Siahaan, Magister Manurung, Iwan Saputra Siregar, Romadoni, dan Heru Junianta Pakpahan. Sedangkan dua orang taruna lainnya, yaitu Kaiser Kelvin Sanjaya dan Andri Wiryawan di skorsing selama 1 tahun. Mereka semua merupakan taruna tingkat empat STIP.

Arifin menceritakan kronologi peristiwa pemukulan berawal dari kesalahpahaman. Daniel dan Filipus waktu jam makan siang saling adu bicara. Magister Manurung yang merasa lebih senior tersinggung dengan perkataan juniornya. Kemudian oleh Kaiser, piring makan Daniel dituangkan sambal saus dalam jumlah banyak. Padahal Daniel sangat tidak suka sambal. Andri Wirawan menyuruh Daniel untuk push up hingga kelelahan.

“Terus lanjut lima orang taruna lainnya melakukan penamparan di lorong salah satu gedung kampus dan juga di salah satu kamar di asrama. Peristiwa penamparan itu terekam kamera CCTV yang ada dilingkungan kampus,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (12/4).

Sehari setelah peristiwa, Arifin menerangkan Daniel tidak ada di kampus dan ternyata telah dirawat RS Tugu. Perutnya mual dan kepalanya pusing akibat pemukulan tersebut.

Rosa, ibu kandung Daniel kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cilincing. Kasusnya pun kemudian dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kakak kandung korban, Dedi Tampubolon yang sedang tugas berlayar dan kebetulan sedang ada di darat sangat kecewa dengan para pelaku, yang juga teman-teman satu angkatannya. Kenapa adiknya dipukul oleh teman-temannya sendiri.

Pada saat yang bersamaan, tambahnya, STIP juga melakukan penyelidikan dan membuat BAP para pelaku. Arifin dengan beberapa orang pejabat STIP melakukan kunjungan ke rumah sakit menjenguk Daniel dan menempatkan di kelas utama.

Mediasi juga dilakukan dengan keluarga korban serta memfasilitas pertemuan antara korban dan keluarganya dengan para pelaku yang juga sudah datang dan meminta maaf pada korban dan keluarganya serta berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

"Pelaku sudah mengunjungi korban dan sudah minta maaf," kata Ariifin.

Dengan berpedoman pada peraturan taruna dan pernyataan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, meskipun itu hanya sebatas penamparan, maka para pelaku dikenakan sanksi pemecatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kekerasan di STIP
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top