Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Diuber-uber Bidan Lantaran Janji Angkat Jadi PNS

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan akan selalu menagih janji-janji Presiden Joko Widodo dalam kampanye pemilihan presiden 2014 lalu.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 08 April 2015  |  11:27 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015). - JIBI/Akhirul Anwar

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan akan selalu menagih janji-janji Presiden Joko Widodo dalam kampanye pemilihan presiden 2014 lalu.

“Pak Jokowi PR-nya banyak, janji politiknya banyak, suka tidak suka harus ditepati,” kata Ganjar, Selasa (7/4/2015).

Ganjar mengaku sudah pernah menagih janji Presiden Jokowi. Pada Selasa pagi, Ganjar menerima tamu para bidan yang dijanjikan Jokowi hendak diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Janji Jokowi itu termaktub dalam kontrak politik.

Pada masa kampanye pemilihan presiden, para bidan bertemu Jokowi. Saat itu, kata Ganjar, Jokowi menandatangani kontrak politik menjanjikan para bidan itu diangkat menjadi pegawai negeri sipil. “Saya disuruh para bidan ikut menagih (ke Jokowi). Langsung saya tagih,” kata Ganjar.

Bekas anggota DPR ini langsung menelepon Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. “Ini ada janji harus dipenuhi. Pola seleksi dan anggarannya bagaimana, ayo siapkan. Alokasikan,” ujar Ganjar. Ganjar mengklaim apa yang dilakukan tersebut merupakan contoh praktek politik yang baik.

Ganjar pun mengakui permintaan para bidan itu tidak bisa secara cepat diwujudkan. “Presiden baru berapa bulan,” ucapnya. Tapi, sebagai seorang gubernur dan politisi PDIP, Ganjar berkomitmen mau untuk ikut menagih janji-janji Jokowi pada masa kampanye. 

Ganjar menyatakan akan terus mendukung Jokowi selama programnya bagus. “Yang tidak bagus kita ingatkan,” kata Ganjar. Menurut Ganjar, sekali-kali dirinya interupsi ke Presiden Jokowi tidaklah masalah. “Boleh dan ga apa-apa. Justru malah asyik,” kata Ganjar.

Ganjar pun memberikan contoh lain ihwal konsep Nawa Cita milik Jokowi yang tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. “Saya ikut diskusi di group WA (WhatsApp). Memang ada yang ga nyantol,” kata Ganjar.

Nawa Cita adalah sembilan agenda prioritas yang dijanjikan pasangan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam kampanye 2014 lalu. Dalam pemilihan presiden 2014 lalu, Ganjar termasuk juru kampanye calon presiden Joko Widodo-Kalla. Ia ikut berkeliling ke berbagai daerah mengajak pemilih mencoblos Jokowi-Kalla. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi ganjar pranowo

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top