Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RS Lavallete Malang Tambah Layanan Rawat Inap

PT Nusantara Sebelas Medika (NSM), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, berencana menambah unit kamar pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Lavallete Malang karena tingkat okupansi tempat tidur atau bed occupying rate (BOR) nya sudah mencapai 80%.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 April 2015  |  17:48 WIB
rumah sakit - bisnis.com
rumah sakit - bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA—PT Nusantara Sebelas Medika (NSM), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, berencana menambah unit kamar pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Lavallete Malang karena tingkat okupansi tempat tidur atau bed occupying rate (BOR) nya sudah mencapai 80%.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN XI Aris Toharisman mengatakan untuk menambah kamar menjadi 250 unit dari yang sebelumnya 157 unit, dibutuhkan investasi senilai Rp240 miliar.

"Banyak prospek ke depan untuk meningkatkan profit perusahaan, salah satunya di bisnis kesehatan yang kami miliki," katanya kepada Bisnis pekan lalu.

Selain RS Lavallete, NSM juga memiliki tiga rumah sakit lain yakni RS Wonolangan Probolinggo, RS Djatiroto Lumajang dan RS Elizabeth Situbondo. Hanya saja, kebutuhan tertinggi untuk layanan rawat inap yakni berada di kota Malang, termasuk ketersediaan dokternya juga banyak.

"Penambahan kamar di RS Lavallete diperkirakan selesai pada 2016," imbuhnya.

Direktur NSM Arif Wijanto menambahkan umumnya sebuah rumah sakit yang optimal adalah memiliki tingkat BOR 60%-70%. Sehingga perlu ada pengembangan jumlah kamar termasuk penambahan layanan kesehatan lainnya.

"Di Malang banyak pasien yang tidak tertampung di rumah sakit kami. Bahkan sering kali antar rumah sakit melakukan rujukan untuk penindakan lebih lanjut atau hanya untuk menampung pasien karena tidak kebagian kamar," ujarnya.

Dia menjelaskan RS Lavallete yang akan dikembangkan memiliki konsep kontemporer yakni memadukan konsep bangunan modern dengan bangunan kuno rumah sakit yang sudah ada sebelumnya. Total lahan rumah sakit tersebut saat ini adalah 2,7 ha. Sebagian lahan sudah berdiri bangunan kuno, dan sebagian akan dibuat bangunan vertikal dengan 11 lantai.

Arif menambahkan, selain menambah pelayana kamar, pihaknya juga memperluas layanan cuci darah dengan menambah alat atau mesin cuci darah (Hemodialisa) menjadi 30 unit di RS Lavallete dan RS Elizabeth.

"Tingkat kebutuhan pasien untuk melakuakan cuci darah di Malang dan Situbondo ini cukup tinggi. Setiap pasien harus melakukan  cuci darah delapan kali dalam seminggu, atau kira-kira  dalam satu bulan saja ada 1.000 kali aktivitas cuci darah," jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Arif, tidak hanya terjadi di RS Lavallete ataupun RS Elizabeth, melainkan di seluruh rumah sakit di Indonesia masih kekurangan layanan tersebut. Ketersediaan layanan cuci darah di Indonesia tercatat masih 30%, sehingga masih banyak pasien yang tidak terlayani.

“Rencana kami di rumah sakit Situbondo juga akan dibuatkan unit khusus layanan cuci darah. Pembangunan gedungnya sudah selesai dan tinggal menyiapkan tambahan mesinnya saja," imbuh Arif.

Di Surabaya, layanan kesehatan atau klinik NSM juga akan ditingkatkan dengan menambah fasilitas rawat inap dan di klinik Madiun rencananya akan dinaikkan ke level 2 atau memiliki fasilitas tingkat lanjut atau seperti memiliki dokter spesialis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top