Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisruh Partai Golkar Tak Mereda, JK Irit Bicara

Polemik di tubuh Partai Golongan Karya yang tak kunjung mereda menyebabkan Wakil Presiden Jusuf Kalla penat hingga enggan berkomentar banyak.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 02 April 2015  |  20:34 WIB
Wapres Jusuf Kalla (kanan) bersiap memberikan keterangan pers disaksikan Presiden Joko Widodo (tengah) dan Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) seusai rapat koordinasi tahap kelima dengan walikota seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, Jumat (20/2). - Antara
Wapres Jusuf Kalla (kanan) bersiap memberikan keterangan pers disaksikan Presiden Joko Widodo (tengah) dan Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) seusai rapat koordinasi tahap kelima dengan walikota seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, Jumat (20/2). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polemik di tubuh Partai Golongan Karya yang tak kunjung mereda menyebabkan Wakil Presiden Jusuf Kalla penat hingga enggan berkomentar banyak.

Ketika dimintai tanggapannya, mantan Ketua Umum Partai Beringin itu menjawab dingin dan meminta masyarakat menunggu putusan pengadilan selanjutnya.

"Kan sudah telanjur masuk pengadilan, katanya ditunda. Tunggu saja prosesnya," ujarnya seusai menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) masa bakti 2015-2018, Kamis (2/4/2015).

Menurutnya, pembahasan terkait kisruh yang menyebabkan terhambatnya kinerja di partai berwarna kuning itu hanya akan dibicarakan oleh internal Golkar.

Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara mengumumkan putusan sela atas gugatan kubu Aburizal Bakrie terkait dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang melegalkan kepengurusan Agung Laksono.

PTUN memutuskan penundaan pemberlakuan SK No. M.HH-01.AH.11.01/2015 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Komposisi dan Personalia DPP Partai Golkar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kisruh Golkar
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top