Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Langkah BNPB Dalam Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan keadaan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau, untuk mengatasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) pada 2015.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 22 Februari 2015  |  20:30 WIB
Ini Langkah BNPB Dalam Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau
kebakaran hutan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan keadaan siaga darurat kebakaran  hutan dan lahan di Riau, untuk mengatasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) pada 2015.

Penetapan siaga darurat karhutla Riau 2015 dikarenakan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan makin merebaknya hotspot di area open accsess di Kabupaten Bengkalis yang berpotensi meluas, maka Menteri LH dan Kehutanan telah meminta bantuan Kepala BNPB untuk dukungan langkah-langkah siaga darurat.

"Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah menindaklanjuti permintaan Menteri LH dan Kehutanan tersebut dengan mengintruksikan kepada jajaran BNPB untuk mempersiapkan semua kebutuhan," tutur Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, seperti siaran pers yang diterima Bisnis.com, Minggu (22/2/2015).

Sutopo mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi kepada Menteri LH dan Kehutanan pada November 2014 dan Januari 2015, untuk solusi atasi karhutla, maka BNPB akan melakukan filling the gaps sesuai permintaan dan kebutuhan dari Kemen LHK. BNPB akan mengoordinasikan kementerian/lembaga untuk memberikan pendampingan kepada BPBD di daerah.

Pencegahan lebih efektif dibandingkan pemadaman. Apalagi pada lahan gambut, jika sudah terbakar maka sulit dipadamkan. Untuk itu penegakan hukum dan sosialisasi terus ditingkatkan. Sebab 99,9% karhutla di Riau adalah disengaja atau dibakar.

"Untuk langkah-langkah siaga tersebut ditempuh dengan, Pertama, dukungan pelaksanaan hujan buatan dalam waktu dekat. Kedua, dukungan bagi masyarakat untuk pembuatan 1.000 unit sekat kanal rawa gambut di daerah-daerah sangat rawan karhutla," ujarnya.

Ketiga, lanjut Sutopo, dukungan pesawat helicopter patroli, monitoring dan water bombing selama 3 bulan. Keempat, dukungan personil BNPB untuk posko di pusat dan daerah.

Menurutnya kebakaran hutan dan lahan di Riau selalu berulang setiap tahun. Berdasarkan data hotspot 2006 hingga 2014, pola karhutla di Riau terjadi dua periode dalam setahun yaitu Februari-April dan Juni-Oktober.

"Modus dan motif karhutla sudah diketahui. Begitu pula berbagai peraturan pencegahan karhutla sudah banyak. Namun selalu saja berulang. Untuk mengantisipasi karhutla pada 2015, maka siaga darurat pencegahan dan penanganan karhutla di Riau telah ditetapkan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan riau
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top