Petani Riau Didorong Tanam Lada

Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Riau mendorong petani untuk membudidayakan tanaman lada (piper albi linn) karena harganya yang cukup tinggi, mencapai Rp200.000 per kilogram, akan menambah pendapatan mereka.
Redaksi | 02 Februari 2015 04:47 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU - Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Riau mendorong petani untuk membudidayakan tanaman lada (piper albi linn) karena harganya yang cukup tinggi, mencapai Rp200.000 per kilogram, akan menambah pendapatan mereka.

"Kebijakan ini ditempuh sebagai alternatif terbaik dalam bidang agribisnis, khususnya sektor perkebunan bagi petani swadaya Riau," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulher di Pekanbaru, Minggu (1/2/2015).

Lada merupakan komoditas perkebunan yang telah dikembangkan sejak zaman penjajahan Belanda. Akan tetapi, tanaman tersebut belum dikembangkan di Riau.

Dia menjelaskan lada akan dijadikan proyek percontohan pada 2015. Jika berhasil, akan disosialisasikan kepada pelaku usaha perkebunan di Riau. Saat ini, lada sudah ditumbuhkembangkan di laboratorium lapangan Disbun Riau di Desa Kualu Nenas, Kampar.

Areal seluas satu hektare yang ditanami lada, dapat memproduksi antara Rp300 juta-Rp450 juta per hektare. Angka itu mengalahkan kelapa sawit dengan kategori berkualitas yang hanya Rp100 juta -Rp180 juta per hektare per tahun.

"Proyek percontohan ini diminati petani swadaya dan mereka bersedia untuk melakukan uji coba tanaman lada di lahan mereka. Sekarang sudah ada sejumlah petani yang tertarik dan mungkin juga akan bertambah lagi," katanya.

Zulher menjelaskan lada dapat ditanam dengan berbagai pola penanaman. Lada bisa dijadikan sebagai tanaman sela pada sistem polikultur, monokultur, maupun ditanam di pekarangan.

"Dengan bantuan petani maka gambaran budi daya tanaman lada di Riau akan dapat diidentifikasikan lebih mudah," katanya.

Dinas Perkebunan Provinsi Riau, akan menyebarkan proyek percontohan itu untuk tiga kondisi penanaman tersebut.

Dia menyebutkan satu hektare tanaman lada dapat menghasilkan hingga Rp300 juta per tahun. Hal itu, mengalahkan tanaman kelapa sawit yang hanya 10 persen dari hasil tanaman lada tersebut.

"Keunggulan tanaman lada ini dapat menjadi tanaman pekarangan dan tanaman hias. Budi daya lada cocok bagi petani yang memiliki lahan sedikit," katanya.

Sumber : Antara

Tag : lada
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top