Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERANG UKRAINA: Pertempuran Terus Berkecamuk, Perjanjian Damai Batal

Sejumlah penduduk sipil tewas dalam pertempuran dahsyat yang terjadi di wilayah perbatasan timur Ukraina pada Jumat (30/1/2015). Akibatnya, upaya perundingan damai yang ditempuh antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di Belarusia, batal disepakati.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 31 Januari 2015  |  03:47 WIB
Seorang tentara Ukraina memeriksa sebuah lubang seusai pertempuran di dekat Debaltseve, wilayah Donetsk - AFP/chanelnewsasia.com
Seorang tentara Ukraina memeriksa sebuah lubang seusai pertempuran di dekat Debaltseve, wilayah Donetsk - AFP/chanelnewsasia.com

Bisnis.com, DONETSK – Sejumlah penduduk sipil tewas dalam pertempuran dahsyat yang terjadi di wilayah perbatasan timur Ukraina pada Jumat (30/1/2015). Akibatnya, upaya perundingan damai yang ditempuh antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di Belarusia, batal disepakati.

Perwakilan kelompok pemberontak terbang ke kota Minsk, ibu kota Belarusia, hanya untuk menyatakan tak akan ada perundingan damai lagi. Pada hari itu juga mereka langsung terbang kembali ke Moskwa. Gencatan senjata yang baru berumur lima bulan ini akhirnya kandas lantaran para pemberontak terlebih dahulu melakukan agresi pada pekan lalu.

Basis pertahanan utama kubu pemberontak di Donetsk diketahui telah melontarkan senjata artileri disertai dengan suara yang menggelegar. Serangan roket pun dilancarkan secara bertubi-tubi dari peluncur-peluncur otomatis, sedangkan serangan artileri juga berkecamuk dari arah bandara. Pertempuran besar pun pecah.

Seorang juru kamera Reuters di Donetsk merekam empat mayat tertutup puing-puing di dekat gedung pusat kebudayaan yang porak-poranda terkena meriam, sedangkan penduduk sipil yang selamat mengungsi mencari bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, mayat kelima tergeletak di dekat mobil yang rusak parah terkena roket. Seorang perempuan meratapi satu per satu semua jenazah tersebut. Satu kilometer tak jauh dari situ, enam mayat tergeletak di dekat sebuah bus listrik yang terbakar dihajar serangan.

Kelompok separatis menyatakan total korban tewas dari dua kali pertempuran sengit ini mencapai tujuh orang. Mereka menyalahkan pasukan Ukraina. Namun, pejabat Kiev menyatakan pertempuran justru dipicu lebih dahulu oleh para pemberontak yang sengaja merusak perundingan damai. Kedua pihak saling memiliki pendapat yang berseberangan di dalam konflik yang sangat sulit diverifikasi kebenarannya.

“Kami terpaksa menggunakan kekuatan artileri karena tak ada sesuatu lagi yang bisa kami lakukan. Anak-anak kami mempertahankan diri demi kami,” kata Alla, seorang penjaga toko di pusat kota Donetsk, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (31/1/2015)

Di wilayah Debaltseve, sebelah timur Donetsk, tujuh orang sipil terbunuh pada Jumat (30/1/2015). Di wilayah yang berdekatan dengan Vuhlehirsk ini telah terjadi pertempuran sengit yang dilakukan para pemberontak. Mereka mengepung sejumlah markas garnisun pemerintah, sedangkan pasokan air dan listrik di sekitarnya mati total.

Pihak militer Kiev menyatakan lima lima tukang reparasi mereka juga terbunuh dan 23 orang lainnya terluka dalam pertempuran selama 24 jam itu, sambil menggambarkan situasi di daerah konflik tersebut sangat “mengerikan”. “Mereka (pemberontak), berkali-kali melancarkan Grad (misil), artileri, mortar, tank dan peluncur roket,” ucap Andriy Lysenko, juru bicara militer Ukraina, dalam siaran televisi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Krisis Ukraina

Sumber : Reuters

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top