Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Investasi di Sulsel Masih Timpang

Kecenderungan investasi yang masih bertumpu pada sektor pertambangan dan industri pengolahan di Sulawesi Selatan dinilai memicu ketimpangan pengembangan sektor potensial lainnya.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  18:00 WIB
Pertambangan nikel. Arus investasi di Sulsel masih timpang - JIBI
Pertambangan nikel. Arus investasi di Sulsel masih timpang - JIBI

Kabar24.com, MAKASSAR--Kecenderungan investasi yang masih bertumpu pada sektor pertambangan dan industri pengolahan di Sulawesi Selatan dinilai memicu ketimpangan pengembangan sektor potensial lainnya.

Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar Hamid Paddu mengatakan pemerintah daerah masih kurang agresif dalam menarik pemilik modal untuk berinvestasi pada sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

Dengan kondisi tersebut, optimalisasi sektor agraris meliputi pertanian maupun perkebunan justru kurang tergarap padahal memiliki potensi yang sangat besar.

"Ini persoalan yang klasik sebenarnya, pengusaha dan pemilik modal tahu kalo pertanian sektor yang sangat potensial. Tetapi dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan masih kerap menjadi kendala," katanya, Rabu (28/1/2015).

Selain itu, pemilik modal domestik maupun asing yang juga cenderung lebih mencari sektor mencari sektor yang memiliki perputaran bisnis yang cepat meski harus berinvestasi dengan nilai besar.

Di sisi lain, hal tersebut juga berpotensi memperlebar ketimpangan pendapatan masyarakat di Sulsel lantaran sektor tersebut belum dikembangkan secara optimal.

Padahal, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar PDRB Sulsel serta penyerap tenaga kerja tertinggi dengan persentase 57% dibandingkan dengan sektor lainnya.

Ketimpangan investasi jelas terlihat dalam realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penaman modal asing (PMA) di Sulawesi Selatan sepanjang tahun lalu, di mana sektor pertambangan, industri pengolahan dan perdagangan memiliki porsi yang dominan.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, total realisasi investasi sepanjang 2014 mencapai Rp7,9 triliun yang merupakan kumulatif PMDN dan PMA.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan BKPMD Sulsel Indiani Ismu mengatakan dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah terjadi perubahan sektor yang menopang realisasi investasi.

"Jika dilihat sejak 2010, hanya ada 3 sektor yang mendominasi penaman modal di Sulsel, yakni perdagangan, pertambangan dan industri pengolahan makanan," katanya.

Adapun, realisasi PMDN sepanjang 2014 mencapai 4,95 triliun yang mendanai 61 proyek berbagai sektor di Sulsel. Sedangkan realisai PMA pada tahun yang sama mencapai Rp3 triliun.

Capaian tersebut melampaui target yang dipatok BKPMD Sulsel pada awal 2014 yang mengestimasi penanaman modal di daerah ini bakal berada pada angka Rp6,1 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top