Batu Lanjutkan Pembangunan Block Office Rp173 Miliar

Pemkot Batu, Jawa Timur, melanjutkan pembangunan kantor terpadu atau block office senilai Rp173 miliar menyusul telah ditenderkannya proyek multi years tersebut.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 28 Oktober 2014  |  16:00 WIB

Bisnis.com, BATU--Pemkot Batu, Jawa Timur, melanjutkan pembangunan kantor terpadu atau block office senilai Rp173 miliar menyusul telah ditenderkannya proyek multi years tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu, Arif Setiawan, mengatakan Pemkot) Batu telah menemukan pemenang lelang untuk melanjutkan proyek tersebut.

“Bahkan dalam minggu ini proyek block office sudah mulai bisa dilanjutkan kembali,” kata Arif, Selasa (28/10/2014).

Menurutnya pada 24 Oktober lalu sudah ada pengumuman lelang. Pemkot juga telah melakukan teken kontrak dengan pemenang lelang yakni PT Prambanan Surabaya.

Karena menggunakan sistem multiyears maka pada 2014 yang hanya menyisakan dua bulan lagi tidak banyak anggaran yang terserap.

Dari nilai total kontrak sebesar Rp 173 miliar diperkirakan hanya sekitar Rp25- 30 miliar yang bakal terserap.

“Pada dua bulan yang tersisa pemkot akan membuat anak kontrak dari turunan induk kontrak yang bernilai Rp173 miliar tersebut,” jelas dia.

Dalam hal ini pihak pemenang lelang atau kontraktor akan lebih banyak melakukan persiapan konstruksi bangunan.

Pelaksanaan pembangunan nantinya tidak hanya terfokus pada blok tertentu di gedung yang sudah berdiri namun juga  fokus pada persiapan yang ada di blok A- sesuai konsep pembangunan block office.

“Selain pembuatan kontrak untuk pengerjaan proyek di 2014, pemenang lelang juga diajak membuat kontrak turunan untuk pengerjaan proyek pada 2015,” ujarnya.

Untuk pembuatan kontrak tersebut pemkot telah menggandeng tim ahli dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dalam penawaran lelang ulang, nilai proyek block office ditawarkan sebesar Rp175 miliar.

Nilai tersebut untuk membiayai pengerjaan dan penyelesaian pembangunan semua unit dari blok A- I. Jadi PT Prambanan selaku pemenang lelang telah memberikan harga Rp2 miliar lebih rendah dari angka yang ditawarkan pemkot.

Sebelumnya Pemkot Batu menerima banyak kritikan terkait ketidakseriusan dalam melaksanakan program pembangunan gedung block office tersebut. Akibatnya pembangunan proyek sempat terkatung-katung selama tiga tahun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota  Batu, Edi Murtono, mengatakan anggaran sebesar itu rinciannya Rp100 miliar untuk 2014 dan Rp75 miliar untuk 2015.

“Dan anggaran untuk pembangunan block office tersebut dilakukan secara multiyears,” tambah dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkantoran, kota batu

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top