Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Poros Muda Tenggat ARB Susun Munas Dalam 2 Minggu

Poros Muda Partai Golkar mendesak kepada Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar, untuk segera menyusun agenda penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) partai maksimal 2 minggu ke depan.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 10 Oktober 2014  |  18:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Poros Muda Partai Golkar mendesak kepada Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar, untuk segera menyusun agenda penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) partai maksimal 2 minggu ke depan.
 
Koordinator Poros Muda Partai Golkar Poempida Hidayatullah menegaskan desakan itu sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar yang menyatakan masa kepemimpinan Aburizal Bakrie (ARB) sudah habis pada 8 Oktober 2014.

“Jadi dalam 2 minggu kedepan, ARB harus sudah menentukan kapan serta membentuk panitia munas. Setalah itu, kita akan pantau sampai munas terlaksana,” katanya, Jumat (10/10/2014).
 
Menurutnya, penyelenggaraan munas tersebut harus dilakukan sesuai dengan AD/ART partai.

“Jika ingin tetap menjadi ketua umum, ARB harus tetap melalui mekanisme munas. Jadi munas harus digelar dalam waktu dekat,” katanya.

Meski demikian, Poempida dan kader muda lainnya masih enggan memaparkan arah partai pascamunas. Menurutnya, arah partai merupakan kesepakatan seluruh kader mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga DPD II yang ada di tingkat kabupaten/kota.

“Saya tidak bisa memastikan apakah Partai Golkar masih bertahan di koalisi merah putih [KMP] atau beralih ke koalisi indonesia hebat [KIH] yang menduduki pemerintahan itu mekanisme munas,” tegasnya.

Dorongan dari poros muda yang digawangi a.l. oleh Poempida, Nusron Wahid, Agus Gumiwang, Yorrys Raweyai dan Gandung Pardiman itu sudah mendapat restu dari wakil presiden terpilih Jusuf Kalla.

Beberapa waktu lalu, mantan ketua umum partai golkar periode 2004-2009 itu menyebut ARB tidak bisa lagi berpatokan pada rekomendasi Munas 2009 di Riau yang menyatakan jabatannya diperpanjang hingga 2015 menyusul situasi politik yang akan memanas.

“Rekomendasi itu diberikan jika pemilihan presiden berlangsung dua putaran. “Tapi ternyata kan hanya satu putaran,” kata Kalla yang akan dilantik sebagai wakil presiden mendampingi presiden terpilih Joko Widodo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai golkar arb
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top