Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Airlines Siap PHK 6.000 Karyawan

Malaysian Airline System Bhd., yang kehilangan dua pesawat jet dalam bencana udara tahun ini, akan memberhentikan 6.000 pekerja sebagai bagian dari proses restrukturisasi maskapai tersebut.nn
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 29 Agustus 2014  |  15:20 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800 tampak di landasan Kuala Lumpur International Airport di Sepang, 21 Mei 2014.  - reuters
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800 tampak di landasan Kuala Lumpur International Airport di Sepang, 21 Mei 2014. - reuters

Bisnis.com, KUALA LUMPUR—Malaysian Airline System Bhd., yang kehilangan dua pesawat jet dalam bencana udara tahun ini, akan memberhentikan 6.000 pekerja sebagai bagian dari proses restrukturisasi maskapai tersebut.

Hal itu menyusul “rusaknya” nama baik maskapai akibat dua insiden yang dialami maskapai penerbangan Negeri Jiran tersebut.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak seperti dikutip Bloomberg, Jumat (29/8/2014), mengatakan langkah-langkah yang menyakitkan perlu diambil untuk merombak maskapai penerbangan yang telah dihantam kerugian hingga 4,9 miliar ringgit sejak awal 2011.

Khazanah Nasional Bhd., pemilik mayoritas maskapai, merencanakan untuk menginvestasikan 6 miliar ringgit guna membalik kerugian yang selama ini diderita.

Adapun pucuk pimpinan Malaysia Airlines akan tetap dipertahankan setidaknya dalam waktu satu tahun ke depan.

Azman Mokhtar, Managing Director Khazanah, mengatakan Chief Executive Officer Ahmad Jauhari Yahya, yang kontraknya seharusnya berakhir bulan depan, akan terus memimpin hingga 1 Juli. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia malaysia airlines

Sumber : bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top