Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABINET JOKOWI: Soal Menteri, Jonan Serahkan Ke Presiden

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menyerahkan kepada presiden terpilih terkait dengan wacana yang mengusulkannya masuk dalam jajaran kabinet mendatang.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 04 Agustus 2014  |  21:16 WIB
Ignasius Jonan - JIBI
Ignasius Jonan - JIBI

Bisnis.com, SEMARANG - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menyerahkan kepada presiden terpilih terkait dengan wacana yang mengusulkannya masuk dalam jajaran kabinet mendatang.

"Siapa yang minta? Yang minta itu kan harus Presiden. Oh, usulan? Ya kalau usulan diusulkan ke Presiden," katanya di Semarang, Senin (4/8/2014), saat menanggapi pertanyaan wartawan soal kesiapan jadi menteri.

Menanggapi wacana yang mencuatkan namanya belakangan ini sebagai calon kuat salah satu menteri dalam kabinet mendatang, ia mengatakan penunjukan sebagai menteri merupakan hak prerogratif Presiden.

"Nanti saja jawabnya. Soalnya yang 'nanya' kan bukan Presiden. Buat apa saya jawab," katanya seraya tertawa yang disambut tawa para wartawan dan jajaran PT KAI yang hadir dalam kesempatan itu.

Ditanya kesiapannya jika ditunjuk sebagai menteri, ia juga enggan menjawab.

Ia mengatakan akan menjawab pertanyaan tersebut jika yang bertanya adalah Presiden secara langsung.

Saat ini, beredar luas di dunia maya susunan kabinet bayangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, salah satunya mencuatkan nama Dirut PT KAI Ignasius Jonan.

Ignasius Jonan, pria kelahiran Singapura, 21 Juni 1963 tersebut, disebut-sebut calon kuat menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan ada pula yang menilainya layak menjadi Menteri Perhubungan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan juga menjagokan Ignasius Jonan untuk menggantikannya menangani perusahaan milik negara pada kabinet presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK.

"Jonan itu sosok yang mumpuni. Saya doakan dia (Jonan, red.) jadi menteri. Menteri apa saja," kata Dahlan usai menggelar halalbihalal dengan sekitar 300 direksi dan komisaris BUMN di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Senin.

Menurut Dahlan, kriteria yang menggantikannya kelak menjadi orang nomor satu di Kementerian BUMN adalah yang bisa membentengi perusahaan "pelat merah" dari intervensi politik, pengusaha, dan intervensi dari orang yang ingin menjarah BUMN.

"Jonan itu sosok yang berani, dan tidak bisa disogok maupun didikte oleh siapapun," ujarnya.

Tidak itu saja, katanya, sepak terjang Jonan di KAI dinilai juga sudah cukup menjadikannya layak duduk di posisi Menteri BUMN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabinet Jokowi-JK

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top